Pemukiman dengan Galian TPA Hanya Berjarak 2 Meter, Warga Resah Terjadi Longsor Saat Musim Hujan

Proyek galian di daerah Kutuh, Kuta, lebih tepatnya memasuki perumahan Kampial Residence akan dijadikan tempat pengolahan sampah

Pemukiman dengan Galian TPA Hanya Berjarak 2 Meter, Warga Resah Terjadi Longsor Saat Musim Hujan
Tribun Bali/Rino Gale
Terlihat jarak galian dengan pemukiman warga sangat dekat kisaran 2 meter, warga resah antisipasi terjadinya longsor saat musim hujan tiba, Minggu (4/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Proyek galian di daerah Kutuh, Kuta, lebih tepatnya memasuki perumahan Kampial Residence rencananya akan dijadikan tempat pengolahan sampah.

Namun dalam perjalanan waktu, proyek tersebut belum mengantongi izin sehingga diberhentikan sementara oleh pihak Satpol PP Provinsi Bali.

Saat ini pihak Perbekel Kutuh sedang memproses terkait surat izin proyek galian pengelolaan sampah.

Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Satpol PP Provinsi Bali, saat dikonfirmasi Tribun Bali, Dewa Darmadi menjelaskan, pihaknya sudah menghentikan kegiatan penggalian tersebut dengan alasan tidak mempunyai izin.

Paparnya, yang mengeluarkan izin galian adalah Pemerintah Provinsi Bali.

Tetapi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dikeluarkan oleh Kabupaten Badung.

"Ya dilihat dulu tata ruangnya dan UKL UPL layak atau tidak. Selain itu penyandingnya juga harus disiapkan, baru mendapatkan izin dari provinsi," ujarnya ketika dihubungi Tribun Bali, Minggu (4/11/2018).

Namun untuk saat ini pihaknya beserta Perbekel Kutuh, Wayan Purja sudah melakukan perjanjian dengan mendatangani surat untuk menghentikan aktivitas galian tersebut.

"Saya mendapatkan laporan dari Satpol PP  Badung dan juga dari masyarakat bahwa ada galian kisaran dalamnya 60 meter itu akan dijadikan tempat pengelolaan sampah. Namun proyek tersebut tidak memiliki izin. Sekalipun TPA atau pengelolaan sampah, harus ada izinnya dan juga penyanding atau bersosialisasi kepada warga setempat. Kami sudah melakukan surat tanda tangan perjanjian untuk tidak melakukan aktivitas lagi terhitung sejak Senin (22/10/2018), kalaupun melakukan lagi akan berlanjut ke hukum," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved