Ciri-ciri Zaman Kali Senghara Dianggap Telah Tampak, Sulinggih Siwa Budha Gelar Ritual Suci Ini

Hal ini untuk menentukan waktu yang tepat menggelar ritual ‘maha agung’ Pemarisuda Jagad Kali Senghara.

Ciri-ciri Zaman Kali Senghara Dianggap Telah Tampak, Sulinggih Siwa Budha Gelar Ritual Suci Ini
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sulinggih Siwa-Budha tengah mendiskusikan gelaran ritual Pemarisuda Jagad Kali Senghara di Pasraman Prakerti Bhuana, Minggu (4/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumlah Peranda Siwa-Budha, serta pakar-pakar wariga berkumpul di Pasraman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng, Gianyar, Minggu (4/11) pukul 10.00 Wita.

Hal ini untuk menentukan waktu yang tepat menggelar ritual ‘maha agung’ Pemarisuda Jagad Kali Senghara.

Ritual ini akan digelar bertepatan saat tilem keenam atau nangluk merana, tepatnya 7 Desember 2018, di Pasraman Prakerthi Bhuana.

Yajamana Karya, Ida Peranda Gunung Ketewel dari Griya Bakbakan Gianyar mengatakan, ritual ini digelar mengingat akhir-akhir ini, ciri-ciri zaman kali senghara sudah menampakkan diri.

Seperti, gunung meletus, gempa bumi disertai tsunami, angin ribut, banjir bandang, kekeringan berkepanjangan, merebaknya penyakit menular yang membahayakan masyarakat, dan karakter masyarakat yang mulai durhaka terhadap Catur Guru.

“Sembahyang bersama hingga puja mantra yang sangat gaib sudah pernah dilakukan. Tapi tetap saja, ciri-ciri zaman kali senghara tidak hilang. Sekarang kami akan gelar Pemarisuda Jagad Kali Senghara. Kita putuskan waktunya bertepatan dengan nangluk merana. Jadi, di pinggir pantai ada ritual nangluk merana, di sini (Prakerti Bhuana) digelar Pemarisuda Jagad Kali Senghara,” ujar Ida.

Menurutnya, ritual ini sangat jarang dilakukan. Bahkan sepengatahuannya, ritual ini hanya dilakukan pada abad ke IX di Jawa Tengah, zaman Bali kuno tahun 1343 dan Bali Madya.

Ritual yang akan datang ini merupakan ritual perbersihan bhuana agung dan bhuana alit di zaman Bali modern.

Terkait teknis ritual, ritual ini akan dipimpin tujuh Peranda Siwa-Budha dan seorang Raja Kertha.

Raja Kertha merupakan seseorang telah mabiseka ratu (dinobatkan sebagai raja). Dan, saat menyandang status raja, beliau kembali medwijati menjadi sulinggih.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved