Dolly Tattoo Digasak hingga Tiga Kali, Wayan Sumirat Sebut Lokasinya Rawan Aksi Kriminal

Warga Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, I Wayan Sumirat tak pernah mengira bakal kemalingan hingga tiga kali

Dolly Tattoo Digasak hingga Tiga Kali, Wayan Sumirat Sebut Lokasinya Rawan Aksi Kriminal
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Wayan Sumirat bekerja mentato usai sempat tutup karena tak punya piranti kerja, Senin (5/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Warga Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, I Wayan Sumirat tak pernah mengira bakal kemalingan hingga tiga kali.

Terlebih lagi, hal tersebut terjadi pada lokasi yang sama, yakni kios pembuatan tato, Dolly Tattoo, Jalan Goa Gajah, Desa Bedulu, Blahbatuh.

Anehnya, pencurian piranti tato tersebut tak pernah meninggalkan jejak.

Kepada Tribun Bali, Senin (5/11/2018), Wayan Sumirat menceritakan, pencurian pertama terjadi kurang lebih tiga tahun silam.

Saat itu barang berharga yang raib berupa gerinda pemotongan dan meteran.

Setelah itu, tahun 2017 lalu, ia kehilangan mesin tato, warna, jarum dan adaptor.

Pencurian terakhir, terjadi 31 Oktober 2018 yang menyebabkan Wayan Sumirat mengalami kerugian hingga Rp 18 juta.

“Pencurian terakhir, rugi Rp 18 juta, karena yang hilang ini berupa 50 pieces warna, enam kotak berisi bermacam jenis jarum tato, dan adaptor semuanya lenyap. Untung mesin tato saat itu saya bawa pulang, kalau tidak, semua piranti bekerja saya bisa lenyap,” ujar Sumirat.

Sumirat menduga pencuri ini tergolong profesional.

Sebab setiap aksi tidak meninggalkan jejak apapun.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved