Kisah Kompol Made Raka Selamatkan Korban Amuk Massa di Ubud, Akui Kena Pukulan & Tendangan

Dua orang lelaki masing-masing Seniman (21) dan Anan (18) dihajar massa di lokasi kejadian karena dituduh melakukan tindak kejahatan, oleh orang asing

Kisah Kompol Made Raka Selamatkan Korban Amuk Massa di Ubud, Akui Kena Pukulan & Tendangan
Net
Ilustrasi 

"Saya kebetulan lewat saya liat kok rame gitu. Terus saya turun. Kemudian saya bilang, saya polisi. Saya lihat ada tamu tiga orang ada juga dua orang pegang uang dan hp. Langsung ada yang teriak ini copet, ini rampok. Saya pegang korban tapi ada ada warga yang hantam -pok-pak-, saya bilang jangan, saya polisi. Apa yang terjadi?," kata Raka menjelaskan detail kejadian.

Kapolsek mendengar banyak kata-kata yang dilayangkan warga. Seperti copet, jambret bahkan ada yang teriakan bunuh-bunuh.

"Ada yang teriak copet, jambret. Ada yang teriak bunuh pak, bunuh. Aneh-aneh banyak sekali. Saya bilang jangan. Ada yang bilang uang bule hilang, ada yang bilang ada yang bawa lari uang bule. Akhirnya saya telpon tim Buser dan mengamankan kedua orang tersebut. Pokoknya kita fokus amankan dua orang itu dari amukkan massa," jelas Kapolsek kepada tribun-bali.com malam tadi.

Nyoman Raka juga menjelaskan kebingungan dia saat di lokasi. Ia melihat kelakuan yang diduga copet diam saja dan tidak lari dari tempat.

Kedua menderita luka di bagian pelipis dan kepalanya. Dia juga sempat mengusir warga yang akan menghakimi korban.

"Saya mikirnya, kenapa copet diam ya? Karena merasa dirinya benar jadi dia pertahankan uangnya. Iya lukanya ada sedikit. Di pelipis. Di bagian kepala juga. Tapi tidak terlalu parah. Untung cepat saya di lokasi, astungkara. Saya usir itu mereka, kenapa kalian mau mukul," jelasya lagi.

Ia menyarankan kepada masyarakat agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Karena warga biasanya tidak mengetahui kronologi sebenarnya.

"Itulah masyarakat belum dewasa. Jangan main hakim sendiri. Jelaskan lukisnya kalau dia salah. Ini pelajaran bagi warga masyarakat jangan main hakim sendiri apalagi belum tahu kronologis yang sebenarnya. Untung saja saya pas lewat, saya bisa redam emosi warga walau saya kena tendangan daan pukulan," terang Kapolsek, mengisahkan.

Sementara, penjelasan kedua korban mengatakan, bahwa mereka menarik uang di ATM BCA sebesar Rp 2 juta untuk kas bon teman-temannya di proyek dan keduanya memang biasanya disuruh oleh mandornya untuk menarik uang jika ada buruh proyek yang akan kas bon.

Sedangkan, saat orang asing itu disuruh mengecek saldo di ATM-nya, tidak ada sepeserpun yang berkurang.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved