Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Kunjungi Kebun Salak Sibetan

Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangsem, Bali dikenal sebagai desa wisata perkebunan salak

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Kunjungi Kebun Salak Sibetan
Istimewa
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia Kunjungi Kebun Salak Sibetan, Sabtu (3/11/2018) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangsem, Bali dikenal sebagai desa wisata perkebunan salak.

Ternyata perkebunan salak di desa tersebut sudah ada sejak 14 abad silam.

Pada Sabtu (3/11/2018) kemarin, Food and Agriculture Organitation (FAO) kunjungi perkebunan tersebut.

Dikutip dari akun Twitter resmi FAO Indonesia, kunjungan itu diwakili dari delapan negara delegasi tetap.

Maksud dari kunjungan tersebut adalah upaya menindaklanjuti usulan dari Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menjadikan kebun salak tersebut sebagai warisan budaya pertanian dunia.

"#SobatPangan delegasi 8 negara perwakilan tetap @FAO, Sabtu, 3 Nov 18 menengok kebun salak di Desa Sibetan, @KarangasemKab, #Bali yang sudah berumur 14 abad. Kebun salak ini diajukan sbg warisan pertanian dunia Globally Important Agricultural Heritage Systems (#GIAHS)," cuit akun tersebut pada Minggu (4/11/2018) kemarin.

Kunjungan dari FAO ini nampak dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved