PKK Bali Gelar Rapat Bahas Pemberdayaan Keluarga

Diharapkan ada sinergitas antara pemerintah dengan instansi dan lembaga terkait yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan.

PKK Bali Gelar Rapat Bahas Pemberdayaan Keluarga
Istimewa
Ketua TP PKK Bali Ny Putri Suastini Koster (tengah) berbincang dengan peserta Rakor PKK di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali, di Denpasar, Senin (5/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk menyamakan persepsi dan memelihara komitmen para Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Bali serta memantapkan program-program PKK yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2019, Ny Putri Suastini Koster selalu Ketua Tim Penggerak (TP-PKK) Provinsi Bali mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Bali terkait, di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali, di Denpasar, Senin (5/11/2018).

Dalam kesempatan itu Ny Putri Suastini Koster menjelaskan, pelaksanaan Rakor tersebut ditujukan untuk memelihara komitmen, memantapkan program dan menyamakan persepsi antara pengurus TP-PKK dengan OPD terkait program PKK dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun penganggaran program yang telah disusun.

Untuk itu, ia berharap rakor tersebut dapat menghasilkan beberapa poin antara lain terciptanya komitmen yang lebih mantap dari para pengurus TP-PKK di semua tingkatan dan instansi terkait di dalam melaksanakan tugas dan pengabdian masyarakat serta dapat tersusunnya program-program di bidang pemberdayaan keluarga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Hasil lain yang ingin dicapai adalah terwujudnya persepsi yang sama di bidang penyusunan program, pelaksanaan program, pengadministrasian hasil-hasil kegiatan pada semua tingkatan kepengurusan TP-PKK dan terciptanya kerja sama yang harmonis dikalangan TP-PKK,” imbuhnya.

Ny Putri Suastini Koster mengatakan, melalui rakoor ini diharapkan ada sinergitas antara pemerintah dengan instansi dan lembaga terkait yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan mengingat program PKK yang dilaksanakan menjadi dasar kebijakan dalam menyusun perencanaan gerakan PKK di Kabupaten maupun Kecamatan sampai ke tingkat desa.

“Kegiatan PKK merupakan bagian dari pembangunan nasional yang diselaraskan dengan dinamika pembangunan, Program PKK dilakukan secara berjenjang, hubungan kerja dalam gerakan PKK bersifat Konsultatif, koordinatif, sistem perencanaan gerakan PKK bersifat dari bawah, dan juga penerapan 10 program pokok PKK,”katanya.

Sekretaris TP-PKK Provinsi Bali Ni Made Suwastini, menjelaskan, dalam pelaksanaan program dan kegiatan PKK secara terpadu akan dilaksanakan oleh masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) dengan berpedoman pada 10 program PKK.

Made Suwastini juga menjelaskan, dalam PKK terdapat empat pokja yang masing-masing memiliki program unggulan, seperti Program Pokja I, mengelola program PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja) dengan penuh cinta kasih sayang dalam keluarga, Program Pokja II, mengelola program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui UP2K PKK (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga), Pokja III, mengelola Pemanfaatan lahan melalui Program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) PKK dan Pokja IV, mengelola Hidup Bersih Sehat di dalam Keluarga dan Lingkungan dengan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan prilaku CERDIK (Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin olah raga, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres).

Dalam rapat koordinasi yang dipandu oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, juga dihadiri beberapa kepala OPD terkait seperti Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, serta Kepala OPD lainnya. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved