Kartu JKN-KIS Adalah Harta Yang Tak Pernah Habis

Sesuai dengan tujuan dari PBI yang merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu penduduk yang berhak menerimanya.

Kartu JKN-KIS Adalah Harta Yang Tak Pernah Habis

TRIBUN-BALI.COM - Setelah istrinya melahirkan di Rumah Sakit Bali Med Karangasem, I Ketut Kertiyasa menyempatkan dirinya untuk mengucapkan terima kasih kepada petugas BPJS Kesehatan ketika ditemui di depan ruangan rawat inap istrinya.

Istrinya, Ni Kadek Sukreni melahirkan buah hatinya yang pertama secara caesar di RSU Bali Med melalui tanggungan dari Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibiayai oleh Pemerintah Daerah Karangasem melalui APBD.

I Ketut Kertiyasa sekeluarga merupakan salah satu PBI yang didaftarkan oleh Pemkab Karangasem karena alasan keluarganya termasuk salah satu keluarga miskin atau kurang mampu.

Sesuai dengan tujuan dari PBI yang merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu penduduk yang berhak menerimanya.

Hal ini benar-benar dirasakan oleh Kertiyasa sekeluarga, selain pemanfaatan yang pernah ia rasakan sebelumnya untuk berobat olehnya sekeluarga, kini dapat dibuktikan kembali ketika istrinya melahirkan anak pertamanya di RSU Bali Med.

Melalui rujukan puskesmas, ia memantapkan langkahnya menuju RSU Bali Med dengan bermodal katu JKN-KIS yang ia peroleh dari Pemkab Karangasem.

Hingga istrinya selesai dirawat tidak ada biaya sepeser pun yang ia keluarkan.

Hal inilah yang ia elu-elukan ke petugas BPJS Kesehatan sebagai bentuk keberuntungan memiliki JKN-KIS PBI ini.

“Di tengah-tengah kondisi keluarga kami yang secara pembiayaan di saat-saat seperti ini kami merasa tidak mampu, tapi beruntung kami memiliki harta tersimpan yang tidak pernah habis, yaitu kartu JKN-KIS. dengan kartu ini kami tidak merasa ragu untuk berobat ke Rumah Sakit, dengan kartu ini pula kami tidak ada keluar biaya sepeserpun. Terima kasih Pemkab Karangasem, negara dan seluruh orang yang telah memberikan pelayanan tanpa membedakan peserta JKN-KIS dengan pasien lainnya,” ujar Kertiyasa.

Ia menambahkan, selama memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit, tak pernah ada sedikitpun perbedaan perlakuan yang diterimanya dari petugas rumah sakit.

Bahkan pelayanan yang diperoleh dibilangnya sangat bagus dan ramah tanpa melihat latar belakang pasien. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved