Kelompok Kompas Gramedia Bali Laksanakan Pelatihan Dalsis dan Evaluasi Kebakaran

Kegiatan dilaksanakan di perkantoran Kompad Gramedia Bali Jalan IB Mantra No. 88 A, Ketewel, Gianyar, Bali.

Kelompok Kompas Gramedia Bali Laksanakan Pelatihan Dalsis dan Evaluasi Kebakaran
Tribun Bali / I Wayan Sui Suadnyana
Komando Komandan Pengendalian Krisis Kompas Gramedia, Kiranam Sinambela memberikan materi kepada peserta Latihan Bersama Dalsis dan Evakuasi Kebakaran di Bentara Budaya Bali, Rabu, (06/11/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesadaran akan situasi Indonesia yang berada pada zona rawan bencana  seperti gempa, letusan gunung merapi dan tsunami membuat Kelompok Kompas Gramedia Bali melakukan latihan bersama Dalsis dan Evakuasi Kebakaran.

Kegiatan dilaksanakan di perkantoran Kompad Gramedia Bali Jalan IB Mantra No. 88 A, Ketewel, Gianyar, Bali.

Acara dilaksanakan selama dua hari nanti yakni pada Rabu hingga Kamis, (07-08/11/2018).

Bambang Callitus selaku Ketua Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia Bali memaparkan bahwa bencana yang demikian telah dialami oleh berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan ini sebagai upaya Kompas Gramedia dalam melatih para karyawannya untuk lebih sigap dalam menangani bencana termasuk evakuasi  dengan simulasi.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian Krisis (Puldalsis) yang ada di Jakarta yang memberikan materi-materi mengenai situasi sigap bencana.

"Hampir seratus perwakilan yang hadir mewakili unit-unit Kompas Gramedia yang nantinya akan memberikan pengetahuan kepada karyawan Kompas Gramedia dan tentunya akan berkala," terangnya.

Sementara itu, Komando Komandan Pengendalian Krisis Kompas Gramedia, Kiranam Sinambela menekankan bahwa Indonesia berada pada tiga lempeng yakni lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik.

Hal itu, menurutnya, pada situasi tertentu akan menyebabkan gangguan karana faktor alam.

Apabila tidak dilakukan persiapan, paparnya, maka bisa terkaget-kaget ketika mengalami bencana.

Pelantihan ini sebagai upaya agar masyarakat khususnya karyawan Kompas Gramedia agar bisa hidup dengan nyaman di tengah-tengah bencana.

Dirinya juga memaparkan beberapa materi yang akan diberikan yakni berupa sistem pengendalian krisis di Kompas Gramedia, siaga gempa bumi dan juga mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran

"Kenapa hal ini kita pilih karena katiga hal ini yang kita rasakan bahaya-bahaya paling dominan yang bisa mengancam keberadaan suatu perusahaan atau bisa merusak keberadaan suatu lingkungan," jelasnya.

Dirinya mencontohkan hal seperti ini telah terjadi di Palu dan Lombok yang menyebabkan kerusakan lingkungan dikarenakan tidak ada kesiapan dari masyarakat. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved