Kompas Gramedia Gelar Simulasi Bencana, Ini Alasannya

Kompas Gramedia Bali bekerjasama dengan Pusdalsis Palmerah Jakarta menggelar simulasi bencana alam di Bentara Budaya Bali, Rabu (7/11/2018).

Kompas Gramedia Gelar Simulasi Bencana, Ini Alasannya
Tribun Bali/Putu Supartika
Simulasi bencana alam di Bentara Budaya Bali oleh Kompas Gramedia Bali, Rabu (7/11/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kompas Gramedia Bali bekerjasama dengan Pusdalsis Palmerah Jakarta menggelar simulasi bencana alam di Bentara Budaya Bali, Rabu (7/11/2018).

Hal ini dilatarbelakangi oleh karyawan Kompas Gramedia banyak yang bekerja di daerah rawan bencana gempa, gunung berapi, maupun tsunami.

"Oleh karena itu kelompok Kompas Gramedia melaksanakan pelatihan untuk sigap pada bencana, tahu mitigasi bencana, apa yang dilakukab termasuk evakuasi," Bambang Callitus, Ketua Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia Bali.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama dua hari.

"Kompas Gramedia punya tim Pusdalsis di Palmerah bekerjasama dengan Pusdalsis Kompas Gramedia Jakarta untuk jadi instruktur terkait sigap bencana," katanya.

Apalagi menurut Bambang bahwa Bali rawan bencana karena di selatan Bali ada lempeng Indo Australia yang menabrak lempeng Eurasia.

"Kalau menabrak ada dataran naik sehingga dataran ini yang akan menghantam air dan terjadilah tsunami. Ini rawan di daerah selatan dan banyak hotel kita di selatan," imbuhnya.

Ia berharap ini sebagai langkah awal dengan 100 perwakilan dan mereka yang ikut memberikan pemahaman kepada unitnya masing-masing.

"Kegiatan ini dilakukan berkala setiap 6 bulan atau satu tahun sekali agar mengingatkan dan yang sudah tahu untuk ingat dan berlaitih kembali," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved