Pemedek Kerauhan Saat Upacara Mendak Hujan di Pecatu, Keris Ditusuk ke Mata

Pemedek Kerauhan Saat Upacara Mendak Hujan di Pecatu, Keris Ditusuk ke Mata

Pemedek Kerauhan Saat Upacara Mendak Hujan di Pecatu, Keris Ditusuk ke Mata
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Para pemedek kerauhan usai ritual Nedunan Ida Bethara untuk nunas baos di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Badung, Bali, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM- Beberapa pemedek pria maupun wanita histeris kerauhan saat digelarnya upacara pemelastian dan mendak hujan di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Badung, Bali, Rabu (7/11/2018).

Pantai Labuan Sait yang merupakan tempat wisata dengan pasir putihnya dipenuhi pemedek berpakaian putih untuk melakukan persembahyangan.

Setelah persembahyangan dilaksanakan dilanjutkan melakukan ritual Nedunan Ida Bethara untuk nunas baos (meminta petunjuk lewat niskala).

Baca: Emosi Ditabrak Tukang Bakso di Buleleng, ABG ini Hantam Kepala Tukang Bakso dengan Batu Hingga Tewas

Beberapa pemangku dan pengayah nampak kerauhan mengenakan ikat kepala hitam dan juga putih.

Ketika itu terjadi dialog dari salah satu pemangku sembari menuangkan tetabuhan (arak) dan pemangku lainnya berkomunikasi meminta petunjuk kepada tapakan yang disungsung (simbolisasi Ida Bethara yang diusung, red).

Pemangku juga memohon agar warganya diberi keselamatan.

Baca: Soimah Lihat Sosok Gaib Mirip Dirinya, Saya Lihat Wajah Saya Sendiri

Usai nunas baos, ada pemedek yang berteriak histeris lalu memegang keris diiringi gambelan bale ganjur.

Seiring kerasnya alunan bale ganjur, umat yang dalam kondisi kerauhan semakin berteriak dan puluhan pemedek menancapkan keris ke bagian tubuhnya.

Bahkan, keris ditancapkan hingga ke bagian mata, namun tak ada yang terluka.

Baca: Sejoli Bukan Suami Istri Digerebek, Saat Pintu Dibuka Sang Pria sedang Lakukan ini di Ranjang

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta mengatakan, upacara tersebut dilakukan untuk memohon adanya hujan.

"Upacara tersebut bertujuan untuk memohon hujan agar masyarakat bisa segera bercocok tanam," ucap Sumerta.

Upacara tersebut rutin digelar setiap tahunnya bertepatan dengan tilem sasih kelima.

Baca: Cemburu Putrinya dan Sang Pacar, Pria ini Nekat Rudapaksa Putrinya Berulang Kali

Usai upacara digelar, mendung pun menyelimuti langit.

Sementara itu, wisatawan asing pun tampak antusias menyaksikan ritual mendak hujan dari kejauhan. (*)

Baca: Video Maria Ozawa Saat Hadir di Birthday Party Barbie Nouva di Salah Satu Vila di Bali

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved