Gianyar

Wujudkan Desa Sadar Lingkungan, DLH Gianyar Akan Gelar Lomba Kebersihan, Hadianya Capai Rp 25 juta

Pemkab Gianyar akhirnya melakukan upaya, supaya ‘Tri Hita Karana’, tidak hanya menjadi pelajaran umum di setiap SD di Bali.

Wujudkan Desa Sadar Lingkungan, DLH Gianyar Akan Gelar Lomba Kebersihan, Hadianya Capai Rp 25 juta
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pejabat DLH Gianyar saat melakukan rapat terkait program Desa Sadar Lingkungan, Rabu (7/11/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemkab Gianyar akhirnya melakukan upaya, supaya ‘Tri Hita Karana’, tidak hanya menjadi pelajaran umum di setiap sekolah dasar (SD) di Bali.

Namun harus diimplementasikan secara nyata, khususnya yang berkaitan dengan ‘palemahan’ atau hubungan harmonis manusia dengan alam.

Baca: Dua Inovasi Klungkung Raih Penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018

Baca: Emosi Ditabrak Tukang Bakso di Buleleng, ABG ini Hantam Kepala Tukang Bakso dengan Batu Hingga Tewas

Baca: Sejoli Bukan Suami Istri Digerebek, Saat Pintu Dibuka Sang Pria sedang Lakukan ini di Ranjang

Baca: Tak Ada MoU dengan PD Parkir, 11 Petugas Parkir Pantai Matahari Terbit Diamankan

Hal ini dilakukan dalam Program Desa Sadar Lingkungan, yang dimotori Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar.

Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, Rabu (7/11/2018) mengatakan, program sadar lingkungan ini dikemas dalam bentuk perlombaan.

Dimana, setiap desa dinas di Gianyar, wajib menggelar lomba kebersihan lingkungan antar desa pakraman.

Para pemenang, akan berlomba di tingkat kecamatan. Setelah itu, mengikuti lomba tingkat kabupaten.

“Kita dari SD, sudah diajarkan soal menjaga lingkungan. Bahkan setiap ujian, soal terkait lingkungan selalu ada. Tapi anehnya, kok penerapannya tidak ada. Melalui lomba Desa Sadar Lingkungan ini, diharapkan masyarakat mulai tergerak untuk mengimplementasikan Tri Hita Karana,” ujarnya.

Kujus mengatakan, pihaknya lebih tertarik menekankan programnya ini dalam tingkat desa pakraman. Sebab masyarakat Bali, sangat militan jika menyangkut adat. “Kita sadari bersama, desa pakaraman bagaikan roh masyarakat, mereka militan soal ini. Makanya, dalam lomba, kami lebih menyasar desa pakraman,” tandasnya.

Adapun yang dilombakan dalam perlombaan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, mulai dari kebersihan tempat suci, kawasan pemukiman, kawasan umum, kawasan pendidikan dan kesehatan, sugai dan saluran drainase.

“Semua aspek yang dinilai adalah pengelolaan sampah, kebersihan, penghijauan, perindangan, partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, pengelolaan limbah. Dan, nilai akan didongkrak, jika desa pakraman tersebut memasukan kebersihan lingkungan ke dalam awig-awig,” ujar Kujus.

Berdasarkan data yang dihimpun, hadiah untuk para pemenang yang disiapkan DLH Gianyar mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 25 juta.

Dalam hal ini, Kujus mengatakan pihaknya tak hanya menerima beres. Sebab sebelum lomba berlangsung, pihaknya pun telah memberikan sejumlah bibit tanaman pada desa pakraman se Gianyar.

“Kami sudah sebarkan bibit tanaman, khususnya tanaman upakara yang  mulai langka. Dengan hal ini, selain dapat menciptakan lingkungan yang rindang, juga dapat melestarikan tanaman langka,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved