Berbagai Keluhan Masyarakat Terkait Rujol JKN-KIS, Ini Kata BPJS Kesehatan

Army A. Lubis kembali memberikan pemahaman mengenai sistem rujukan online BPJS Kesehatan

Berbagai Keluhan Masyarakat Terkait Rujol JKN-KIS, Ini Kata BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan Divre Bali Nusra
Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT, dan NTB BPJS Kesehatan, Army A. Lubis. Bpjs Keaehatan Divre 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penerapan sistem rujukan online (rujol) peserta JKN-KIS memunculkan berbagai macam tanggapan masyarakat.

Anggapan negatif yang berkembang dari masyarakat ini umumnya cukup beragam.

Mulai dari rentannya penolakan pasien lantaran antrean pasien yang terlalu panjang, waktu, biaya dan jarak yang ditempuh untuk mendapatkan rujukan rumah sakit, hingga jam kerja dokter spesialis yang terbatas.

Seperti dikatakan seorang keluarga pasien di RS Bali Mandara, Diah Damayanti.

Sejak adanya pemberlakuan sistem rujol, ia cukup kerepotan saat mengantar ayahnya menjalani kontrol di Poli Jantung RS Bali Mandara.

Selain harus melewati tahapan awal rujukan ke FKTP (Puskesmas) terlebih dahulu, lanjut dia, kini ayahnya yang menjalani kontrol kurang lebih selama setahun itu terpaksa harus menjalani kontrol di FKTL (RS Rujukan lain) sehingga tidak bisa ditangani oleh dokter yang sama.

"Keluarga kami sudah cocok dengan pelayanan salah satu dokter disana. Sekarang dengan adanya sistem baru, selain harus pakai rujukan dari Puskesmas dulu, eh ternyata rujukan tidak bisa ke RSBM. Kan sistemnya emang otomatis kita dirujuk kemananya. Kalo gitu kan kita jadi jelasin mulai awal lagi, kalau dokter yang sama kan sudah tau rekam medik pasien sedari awal," keluhnya kepada Tribun Bali, Kamis (8/11/2018).

Anggapan ini tentu membuat jajaran BPJS Kesehatan perlu memberikan penjelasan kembali agar masyarakat paham dan mengetahui manfaat positif pemberlakuan sistem rujol ini.

Menjawab hal itu, Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT, dan NTB BPJS Kesehatan, Army A. Lubis kembali memberikan pemahaman bahwa justru dengan adanya sistem rujol ini, pelayanan pasien lebih cepat.

Ini dikarenakan pasien tak lagi perlu meng-input data ulang, mengurangi lama antrean sehingga mampu mengurangi potensi penolakan peserta karena tidak membawa surat rujukan.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved