BPJS Kesehatan Singaraja

Berharap Tak Pernah Gunakan JKN-KIS

Program JKN-KIS membuka akses lebih besar kepada masyarakat untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan

Berharap Tak Pernah Gunakan JKN-KIS
BPJS Kesehatan Singaraja
Ida Komang Wirjaya adalah peserta JKN-KIS kelas tiga dari segmen peserta bukan penerima upah (PBPU). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berjalannya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai salah satu wujud program Nawacita pemerintah berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Program ini membuka akses lebih besar kepada masyarakat untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.

Kehadiran program ini di tengah masyarakat disambut baik oleh masyarakat, salah satunya oleh Ida Komang Wirjaya (54).

Ida Komang Wirjaya adalah peserta JKN-KIS kelas tiga dari segmen peserta bukan penerima upah (PBPU).

Ia dengan penuh semangat menceritakan kebanggaannya menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya begitu bangga menjadi peserta JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak berharap untuk menggunakannya, namun saya tetap rutin membayar iuran setiap bulan. Saya selalu berusaha untuk membayar iuran tepat waktu, saya adalah seorang pekerja serabutan yang memiliki penghasilan tidak menentu, pekerjaan apa saja saya ambil untuk dapat menyambung hidup saya dan keluarga, termasuk untuk membayar iuran JKN-KIS,” tuturnya.

Gotong royong adalah prinsip dari BPJS Kesehatan, yang mana prinsip gotong royong ini adalah prinsip kebersamaan antar peserta dalam menanggung beban biaya jaminan sosial, dari kewajiban setiap peserta membayar iuran setiap bulannya.

“Selain bangga menjadi peserta JKN-KIS, saya juga merasa tenang sudah memegang kartu JKN-KIS. Saya tidak perlu khawatir karena kesehatan saya sudah dijamin oleh progam JKN-KIS namun apabila saya tidak menggunakan kartu ini, berarti saya bisa membantu peserta lain yang sedang sakit, jadi semacam gotong royong, iuran peserta yang sehat akan membantu peserta lain yang sedang sakit, karena sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ikut menyukseskan program pesmerintah ini agar bisa terus berkelanjutan, dan semakin dirasa manfaatnya oleh seluruh penduduk Indonesia,” lanjutnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri beserta keluarga, karena sakit datangnya tak pernah bisa diprediksi

“Apabila ada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segeralah mendaftarkan diri, jangan menunggu sakit dahulu baru mendaftarkan diri, karena sakit datangnya tidak pernah bisa kita prediksi sebelumnya, serta tidak sedikit dari kita yang menyepelekannya, setelah mendapati kondisi saat ini dalam keadaan sehat dan tidak pernah dibayangkan apabila kita sakit sehingga memerlukan biaya pelayanan kesehatan yang tidak sedikit. Bagi masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, khususnya peserta mandiri, rutinlah membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Saya saja yang hanya seorang pekerja serabutan dengan penghasilan tidak banyak namun saya tetap semangat dan rutin membayar iuran JKN-KIS setiap bulan, malu jika saya menunggak,” tutur warga Buleleng ini.(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved