Sambil Menangis, Ketut Ismaya: Kalau Saya Salah, Biarkan Ida Bhatara Mengutuk Saya

Sambil Menangis, Ketut Ismaya: Kalau Saya Salah, Biarkan Ida Bhatara Mengutuk Saya

Sambil Menangis, Ketut Ismaya: Kalau Saya Salah, Biarkan Ida Bhatara Mengutuk Saya
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI, Ketut Putra Ismaya Jaya (40) tiba di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (8/11/2018). 

Atau untuk tidak melakukan perbuatan jabatan yang sah, paksaan berdasarkan pasal 211 dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu.

"Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 214 ayat (1) KUHP jo Pasal 211 KUHP," jelas Jaksa Made Lovi dihadapan majelis hakim pimpinan Bambang Eka Putra.

Sedangkan untuk dakwaan kedua, perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 214 ayat (1) KUHP jo Pasal 211 KUHP.

Atau ketiga, perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 335 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Menanggapi surat dakwaan tim jaksa, para terdakwa melalui tim penasihat hukumnya mengajukan keberatan (eksepsi).

"Setelah berkoordinasi dengan klien kami, atas saran dari Yang Mulia agar tanggapan tersusun jelas, kami akan mengajukan tanggapan secara tertulis," ujar Agus Samijaya selaku anggota tim penasihat hukum.

Dengan diajukannya eksepsi, sidang pun akan dilanjutkan kamis pekan depan agenda pembacaaan eksepsi.

Ditemui usai sidang, Agus Samijaya menegaskan, menolak surat dakwaan tim jaksa tersebut.

Pihak beralasan, apa yang tertera dalam dakwaan tidak sesuai fakta.

"Yang bisa kami sampaikan, kami menolak tegas dakwaan jaksa itu. Karena dalam pandangan kami, dan setelah ditelusuri, itu tidak sesuai fakta," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved