Duwe Desa Pakraman Batur Luncurkan Majalah Kebudayaan, Diharapkan Jadi Motor Penggerak Literasi

Guna mengantisipasi hal tersebut Usaha Duwe Desa Adat Batur menerbitkan majalah kebudayaan bernama "Batur"

Duwe Desa Pakraman Batur Luncurkan Majalah Kebudayaan, Diharapkan Jadi Motor Penggerak Literasi
Istimewa/Majalah Batur
Edisi perdana majalah tri wulanan, Majalah Batur. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kesenjangan budaya antara kalangan tua (penglingsir) dan generasi muda dianggap tak lagi terelakkan.

Guna mengantisipasi hal tersebut Usaha Duwe Desa Adat Batur menerbitkan majalah kebudayaan bernama "Batur".

Edisi perdana majalah tri wulanan tersebut diluncurkan langsung di Batur Natural Hot Spring, Toya Bungkah, Desa Batur, Kintamani, Bangli, Bali, pada Jumat (9/11/2018) siang oleh pengelola Usaha Duwe Desa Adat Batur disaksikan perwakilan krama Batur.

Direktur Utama Usaha Duwe Desa Adat Batur, Dr. Wayan Absir mengatakan, di masa milenial sekarang ini keberadaan budaya lisan, tulisan, dan digital hendaknya dijembatani oleh suatu media.

Menurutnya, jika hal itu tidak ada maka budaya luhur warisan para leluhur ditakutkan akan pudar dimakan zaman.

“Perlu ada kesatuan agar timbul kolaborasi yang harmonis, sehingga ada kesatuan tafsir antara teks, konteks, dan konten dari budaya itu sendiri. Sehingga menjadikan sebuah peradaban baru yang berpegang teguh pada nilai yang diwariskan, terlebih bagi Batur yang memiliki potensi yang tinggi setelah penetapan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia 2012 silam,” jelasnya.

Selain itu, terangnya, majalah Batur yang bertagline “Kata Penyambung Peradaban” itu juga diharapkan dapat memberikan ruang kepada seluruh masyarakat, baik yang tinggal di dalam maupun luar wilayah desa.

Sehingga kedepan, paparnya, informasi terkait desa pakraman maupun kebudayaan dapat terjaga.

“Melalui ini kita berupaya mengantisipasi perubahan zaman, juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada secara berkelanjutan, di samping memperkuat kelembagaan desa pakraman,” ungkapnya.

Sementara, Pemimpin Redaksi Batur I Ngurah Suryawan mengatakan, selain sebagai media informasi dan dokumentasi, media tersebut juga diharapkan bisa menjadi motor penggerak literasi di kawasan Desa Pakraman Batur.

Baginya, budaya literasi wajib dimasyarakatkan, terlebih di Pulau Bali yang terkenal sebagai lumbungnya kebudayaan.

Menurut dosen Antropologi di salah satu perguruan tinggi di Papua ini, melalui adanya tulisan, kebudayaan yang terekam akan menjadi abadi.

“Nanti diharapkan tidak hanya akan berkembang di Batur, tapi juga bisa ke tempat-tempat lain. Visi kami adalah mengajak anak muda untuk menulis budayanya, sadar akan keluhuran warisan para leluhur,” katanya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved