Kapolda Bali Tegaskan Tak Ada Pelemahan Desa Adat oleh Kepolisian

Kapolda Bali menepis adanya tudingan-tudingan yang mengatakan bahwa kepolisiaan saat ini ingin melemahkan desa adat

Kapolda Bali Tegaskan Tak Ada Pelemahan Desa Adat oleh Kepolisian
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus R. Golose menjelang pelantikan tujuh pejabat utama Polda Bali di Gedung Perkasa Raga Garwita Polda Bali, Jumat (9/11/2018). 

Laporan jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali menepis adanya tudingan-tudingan yang mengatakan bahwa kepolisiaan saat ini ingin melemahkan desa adat yang ada di Bali.

Tudingan ini muncul setelah pihak kepolisian beberapa kali menangkap pelaku yang diduga melakukan pungutan liar (pungli), seperti yang terjadi di Desa Adat Sanur dan lokasi objek wisata Tirta Empul, Gianyar.

"Tidak ada itu, kita tetap menghormati aturan-aturan. Jangankan di desa, coba lihat berapa bupati yang masuk penjara, berapa wali kota, gubernur (tertangkap) selama menyalahgunakan kewenangannya," kata Kapolda saat ditemui awak media usai upacara sertijab di Gedung Perkasa Raga Garwita Polda Bali, Jumat (9/11/2018).

"Jadi jangan dibalik, justru itu memperkuat desa, apakah memang benar kutipan-kutipan yang diambil itu untuk kepentingan pribadi atau desa adat. Ini kan dalam pemeriksaan," katanya menambahkan.

Dirinya mengaku sudah beberapa kali menginginkan agar desa adat mengikuti peraturan yang ada dan tidak membuat aturan tersendiri.

"Catat ya, saya tetap menghormati kegiatan cultural (budaya) yang ada di desa. Tapi tentunya desa tidak boleh melanggar hukum positif yang diterapkan oleh negara," jelasnya.

Terkait dengan adanya edukasi, Kapolda mengaku sudah melakukannya melalui peran Binmas dan bekerja sama juga dengan pemerintah daerah.

Penangkapan yang dilakukan saat ini juga melalui laporan dari masyarakat yang tidak menginginkan adanya pungli.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan hukum, terutama dengan adanya Perda Bali. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved