Memasuki Musim Hujan, Volume Sampah di Aliran Tukad Badung Meningkat

Mengingat musim hujan sudah tiba, aliran sungai otomatis semakin deras, bahkan tak jarang membawa sampah-sampah

Memasuki Musim Hujan, Volume Sampah di Aliran Tukad Badung Meningkat
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas DLHK Denpasar, Karsiyanto melakukan pengecekan mesin trash truck atau alat penjaring sampah di aliran Tukad Badung, Denpasar, Rabu (7/11/2018). Memasuki musim hujan volume sampah di aliran Tukad Badung meningkat. 

Laporan Wartwan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Musim hujan telah tiba pada bulan November, seperti kata group band Guns N Roses asal Los Angeles, Amerika Serikat, dalam lagunya berjudul November Rain.

Mengingat musim hujan sudah tiba, aliran sungai otomatis semakin deras, bahkan tak jarang membawa sampah-sampah penduduk.

Rabu (7/11/2018) lalu, Tribun Bali mengunjungi trash truck (penjaring sampah) di aliran sungai Tukad Badung.

Terlihat tumpukan sampah yang terjaring trash truck, mulai dari daun kering, kayu, serta sampah-sampah plastik.

Salah satu Petugas DLHK DenpasarTukad Badung, Karsiyanto ketika ditemui Tribun Bali mengatakan, sejak tiga hari lalu aliran sungai deras, dan jumlah sampah yang terbawa pun ikut bertambah. 

"Kalau musim hujan gini, jelas sampah yang dibawa semakin banyak. Batas normal sungainya sih dua meter, tapi kalau sudah musim hujan naik jadi 5-6 meteran, dan banyak tumpukan sampah yang ada di trash truck," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebanyak tiga truk pengangkut sampah mulai dari pagi sampai sore hari hanya untuk mengangkut sampah yang terjaring.

"Tadi ada aja sudah tiga truk mengangkut sampah-sampah basah. Satu truk itu isi 6.851 kg sampah basah. Ya kan sampahnya kena air semua jadi agak berat. Kita menggunakan sistem robot untuk mengambil sampah yang terjaring tras truck, namanya conveyor. Conveyor itu nantinya mengambil sampah dari bawah kemudian diangkut naik dan dibawa ke tempat sampah, dan kemudian diangkut ke truk pengangkut sampah," jelasnya.

Tambahnya, musim hujan seperti sekarang ini otomatis sampah bertambah bahkan mengakibatkan banjir.

Ia juga mengimbau para warga agar tidak membuang sampah sembarangan.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved