Seraya Menitikkan Air Mata, Ketut Ismaya: Kalau Memang Salah, Biar Ida Bhatara Hukum Saya

Saat mendekat ruang tahanan, Ismaya langsung mengucap salam kepada massa yang telah menunggunya di luar ruang tahanan.

Seraya Menitikkan Air Mata, Ketut Ismaya: Kalau Memang Salah, Biar Ida Bhatara Hukum Saya
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Calon DPD RI, Ketut Putra Ismaya Jaya, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (8/11/2018). Ismaya menitikkan air mata saat memberi pernyataan kepada awak media sebelum sidang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, I Ketut Putra Ismaya Jaya (40), bersama dua rekannya I Ketut Sutama (51) dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah (28) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (8/11).

Ketiganya menjadi terdakwa kasus dugaan melawan  pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas negara dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Bali, terkait penurunan baliho Ismaya (KERIS).

Sebelum ketiga terdakwa tiba di PN Denpasar, puluhan massa dari keluarga, kerabat, dan rekan-rekan yang sebagian besar mengenakan busana adat madya, telah ramai berada di luar ruang sidang.

Di sisi lain, sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap serta berpakaian sipil, siaga di sekitar PN Denpasar.

Keberadaan para petugas kepolisian ini untuk menjaga keamanan sidang perdana pentolan ormas besar tersebut.

Sekitar pukul 15.30 Wita, mobil tahanan yang membawa ketiga terdakwa tiba. Ismaya turun dari mobil tahanan disusul dua terdakwa lainnya.

Ismaya memakai baju kemeja putih dibalut rompi oranye, dipadu celana panjang hitam, serta mengenakan udeng dan kacamata hitam, Kedua tangannya diborgol serta dikawal ketat petugas kepolisian menuju ruang tahanan sementara PN Denpasar.

Saat mendekat ruang tahanan, Ismaya langsung mengucap salam kepada massa yang telah menunggunya di luar ruang tahanan.

"Om Swastiastu," ucap Ismaya sembari mencakupkan kedua tangannya.

Salam panganjali itu kemudian disambut pekik oleh massa. "Kebenaran pasti menang," sambung Ismaya kembali, sebelum masuk ruang tahanan.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved