Air Rebusan Pembalut Bikin Mabuk dan Ngefly? Dokter Justru Ungkap Dapat Picu Penyakit Berbahaya Ini

Maraknya air rebusan pembalut bisa bikin mabuk atau nge-fly dikalangan anak jalanan sangat meresahkan warga.

Air Rebusan Pembalut Bikin Mabuk dan Ngefly? Dokter Justru Ungkap Dapat Picu Penyakit Berbahaya Ini
SEHATNEGERIKU.COM
Ilustrasi pembalut 

TRIBUN-BALI.COM - Maraknya air rebusan pembalut bisa bikin mabuk atau nge-fly dikalangan anak jalanan sangat meresahkan warga.

Karena pada dasarnya, komposisi pembalut sendiri sangat berbahaya.

Jangankan meminum air rebusan pembalut, dipakai saja sudah berisiko menyebabkan iritasi apalagi dikonsumsi.

Pembalut mengandung klorin dan senyawa karsinogen yang bisa memicu kanker.

Beberapa pembalut bahkan memiliki kandungan klorin yang tinggi yakni di atas 20,4 ppm.

Senyawa kimia klorin itu bersifat korosif atau mengikis organ dan menyebabkan iritasi pada kulit, mata hingga saluran pernapasan.

Selain itu, komposisi pembalut juga terdiri dari non woven, pulp, super absorbent polymer (SAP).

 
Juga polyethylene backsheet, silicon coated paper, holt melt adhesive, tissue pulp.

Dokter Hari Nugroho mengatakan, terdapat kandungan zat kimia klorin dalam pembalut wanita dan pampers.

Saat pembalut wanita atau pampers itu direbus dan diminum airnya, pihak tersebut akan merasakan beberapa efek pada otaknya.

Klorin itu lah yang nantinya bisa menimbulkan efek pada sistem neuro psikologis manusia.

"Memang (kandungan dalam) pembalut dan pampers itu tidak lepas dari adanya zat-zat kimia yakni jejak klorin. Lalu ketika dikonsumsi akan ada efek-efek sistem neuro psikologi kita sebagai manusia," jelas dr Hari Nugroho.

Lanjutnya, menurut penuturan dr Hari, memang tidak ada zat adiktif dalam kandungan pembalut wanita tersebut, namun efek halusinasi atau nge-fly muncul dari pemikiran psikologis yang menkonsumsinya.

Bahkan dr Hari mengatakan, jika air rebusan ini dikonsumsi terus menerus dapat menyebabkan kanker.

Pembentukan kanker itu berasal dari kandungan plastik yang terdapat di dalam pembalut dan pampers. (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved