Dinkes Provinsi Bantah Pernyataan Pemerintah Australia Sebut Bali Outbreak Virus JE

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya membantah klaim kasus penyebaran virus JE telah mewabah (outbreak)

Dinkes Provinsi Bantah Pernyataan Pemerintah Australia Sebut Bali Outbreak Virus JE
Tribun Bali/Dwi S
virus JE 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Baru-baru ini, lini massa pemberitaan dihebohkan pernyataan travel warning (peringatan) Pemerintah Australia kepada warganya, untuk waspada jika berencana melancong ke Indonesia, termasuk Bali.

Mereka menganggap kasus penyebaran virus JE di Indonesia sedang marak, bahkan diklaim telah mewabah (outbreak) atau ditetapkan statusnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Berdasarkan penelusuran di laman resmi pemerintahan dan juga berita di media massa daily.co.uk tertanggal 7 November 2018, Pemerintah Australia menyatakan bahwa meski risiko warga Australia terinfeksi virus JE rendah, namun mereka tetap diimbau berusaha menghindari gigitan nyamuk dan jika perlu mengakses vaksin terlebih dahulu sebelum bepergian.

Menanggapi hal itu, Kepala Bali'>Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya membantah klaim pernyataan tersebut.

"Jadi tidak benar ada kasus positif JE baru atau bahkan dibilang outbreak/KLB di Bali, sebagaimana diberitakan di Australia. Hasilnya 100 persen negatif," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Jumat (9/11/2018).

Meski begitu, ia pun tak menampik di Bali pada awal tahun 2018 pernah terjadi 1 kasus positif JE.

Dalam beberapa tahun, juga virus JE mulai merebak di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk di Bali, bahkan penelitiannya sudah dimulai sejak tahun 1992.

"Meski begitu hal ini tidak bisa dijadikan sebagai status KLB. Dalam hasil cek laboratorium memang positif, tapi tidak sampai sebabkan kematian," timpalnya.

Sebab itu, pemerintahan mulai menggalakkan vaksinasi JE yang dimulai sejak pada 1-30 April 2018 terhadap anak-anak umur 9 bulan sampai 15 tahun dengan capaian 101,78 persen dari target.

"Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melakukan vaksinasi rutin, pemberantasan sarang nyamuk, dan peningkatan kebersihan lingkungan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved