Peringatan Hari Pahlawan

Hari Pahlawan 10 November - Patung Padarakan Rumeksa Gardapati Injak Bhuta Kala Diresmikan

Polda Bali bersama jajaran pemerintahan dan masyarakat meresmikan patung Padarakan Rumeksa Gardapati

Hari Pahlawan 10 November - Patung Padarakan Rumeksa Gardapati Injak Bhuta Kala Diresmikan
Tribun Bali/Busrah Ardans
Kapolda Bali foto bareng jajaran usai peresmian Patung Padarakan Rumeksa Gardapati Injak Bhuta Kala diresmikan bertepatan Hari Pahlawan 10 November 2018. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam wujud perlawanan masyarakat terhadap premanisme dan narkoba guna mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk, Polda Bali bersama jajaran pemerintahan dan masyarakat meresmikan patung Padarakan Rumeksa Gardapati, yang dipajang di Lapangan Barat Bajra Sandi, Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar, Sabtu (10/11/2018).

Peresmian Patung Padarakan Rumeksa Gardapati yang menginjak bhuta kala yang berlokasi di Renon itu, menghadirkan banyak tamu undangan.

Masyarakat sekitar yang datang menyaksikan peresmian pun terlihat takjub.

Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, dipilihnya lokasi tersebut karena ramai dikunjungi  bahkan banyak orangyang lewat dan hilir mudik di sekitar sana.

"Hal itu akan membuat rakyat tergerak untuk menolak dan memerangi premanisme. Kita diberikan kesempatan untuk menjaga amanat rakyat, kita tidak boleh menyia-nyiakan itu," kata Kapolda.

Ia juga menegaskan, tidak boleh ada premanisme, apalagi jika ada pejabat yang menggunakan jasa preman.

"Tidak boleh ada, termasuk pejabat di pulau ini yang masih menggunakan para preman sebagai alat mereka. Tidak boleh ada. Kalau ada mereka akan berhadapan dengan kami, Criminal Justice System. Dan kita akan bertindak sangat tegas kalau masih ada hal-hal ini terjadi di bumi Bali," tegasnya.

Maka dari itu, tepat di Hari Pahlawan 10 November, pihaknya meresmikan patung tersebut.

Peresmian ini dihadiri jajaran Polda Bali, wakil rakyat, wakil gubernur dan jajaran pemerintahan lainnya.

Ia menekankan, bahwa para preman itu ialah pengecut dan hanya berani pada rakyat kecil.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved