Ini Makna Patung Padarakan Rumeksa Gardapati: Gerakan Perlawanan pada Premanisme dan Narkoba

Patung Padarakan Rumeksa Gardapati memiliki makna dan simbolitas masyarakat Bali dalam melawan segala bentuk kejahatan

Ini Makna Patung Padarakan Rumeksa Gardapati: Gerakan Perlawanan pada Premanisme dan Narkoba
Humas Polda Bali
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam acara peresmian Patung Padarakan Rumeksa Gardapati, di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, sekitar pukul 10.00 WITA. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanggal 10 November merupakan Hari Pahlawan.

Bertepatan dengan itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose meresmikan Patung Padarakan Rumeksa Gardapati, yang berlokasi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, sekitar pukul 10.00 Wita.

Patung ini memiliki makna dan simbolitas masyarakat Bali dalam melawan segala bentuk kejahatan.

Patung Padarakan Rumeksa Gardapati juga memiliki arti rakyat yang menjaga dan mengawal sampai mati.

Khususnya terhadap aksi premanisme dan peredaran narkoba yang berpuluh tahun mencengkram Bali.

Sebelum diresmikan pagi tadi, dilakukan upacara pemelaspasan yang dipuput 88 Jro Mangku se-Bali.

Peresmian pun ditandai dengan pelepasan pita dan balon ke udara.

Patung Padarakan Rumeksa Gardapati terdiri dari sosok lelaki paruh baya yang sedang berdiri tegap, dengan dada membusung sambil membawa tameng Pancasila, dan posisi tangan lurus menunjuk serta kaki menginjak raksasa bhuta kala.

Laki-laki paruh baya disebutkan menggambarkan sosok masyarakat Bali.

Tangan lurus menunjuk berarti menunjuk aksi para premanisme dan pengedar narkoba yang nyata di depan mata, dan ini merupakan bentuk perlawanan.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved