Kariyasa Kecewa Tak Ada Penutupan, Minta Gubernur Turun Langsung Segel 16 Toko China

Sekretaris Komisi III DPRD Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana ikut serta dalam sidak bersama Satpol PP penutupan 16 toko jaringan mafia China

Kariyasa Kecewa Tak Ada Penutupan, Minta Gubernur Turun Langsung Segel 16 Toko China
Tribun Bali/Rizal Fanany
MASIH BUKA – Petugas Satpol PP Bali sidak  toko Kalimata di kawasan Sunsetroad, Badung, Jumat (9/11). Sidak  untuk melanjutkan instruksi Gubernur Bali terkait jaringan toko yang tidak memiliki izin. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sekretaris Komisi III DPRD Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana ikut serta dalam sidak bersama Satpol PP, dalam rangka menjalankan instruksi Gubernur Bali terkait penutupan 16 toko jaringan mafia China.

Kariyasa menyebutkan dalam sidak tersebut dirinya melihat tidak ada penyegelan yang dilakukan Pol PP seperti instruksi gubernur.

“Saya lihat petugas belum berani melakukan penyegelan. Kedua, di Kalimata ini ternyata sebelumnya sudah diberi peringatan untuk tidak boleh buka. Tetapi saya lihat, ketika masuk, AC masih hidup, listrik masih hidup, kuitansi sebagai bukti transaksi ada, bentuk pembayaran dengan wechat ada, berarti apa yang menjadi peringatan itu tidak dilaksanakan,” kata Kariyasa saat ditemui di lokasi, pada Jumat (9/11/2018).

Tujuannya mengikuti sidak untuk memastikan rekomendasi dewan dan instruksi yang diberikan Gubernur sudah dilaksanakan.

“Di tempat pertama kita lihat dari segi estetika kantor sudah tidak memenuhi, pegawai kantornya ada yang menggunakan celana pendek, bertatto seperti kantor karaoke saja,” ujarnya.

Meski tempat tersebut memiliki izin dari pusat, kata dia, namun mereka  tidak bisa menunjukkan izin dari Pemerintah Daerah.

“Izinnya juga baru dikeluarkan bulan Oktober, tapi usahanya sudah buka sejak bulan Mei. Izin daerah juga tidak bisa ditunjukkan, berarti harusnya sudah disegel,” ucapnya.

Ia menegaskan sebelumnya Gubernur sudah menginstruksikan walaupun usaha tersebut berizin, namun pembukaannya tidak sesuai aturan, apalagi tidak berizin.

“Tetapi hari ini (kemarin) ternyata tidak ada proses penutupan, sehingga ini memprihatinkan bagi wibawa Pemprov Bali. Ini menjadi catatan bagaimana komitmen pemerintah melawan mafia-mafia pariwisata. Saya lihat belum ada penindakan tegas,” tuturnya kecewa

Sambungnya, sudah jelas ada instruksi 16 toko harus ditutup, namun belum ada penyegelan dari pihak berwajib.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved