Koopsau I Gelar Latihan Parasailing Bagi Penerbang Pesawat Tempur di Pantai Tanjung Benoa Bali

Latihan Parasailing ini melibatkan penerbang pesawat tempur dari tiga Skadron Udara (Skadud) di jajaran Koosau I

Koopsau I Gelar Latihan Parasailing Bagi Penerbang Pesawat Tempur di Pantai Tanjung Benoa Bali
Penerangan dan Publikasi Lanud I Gusti Ngurah Rai.
Latihan Parasailing di Pantai Tanjung Benoa, Bali, dilaksanakan tiga hari dari tanggal 9-11 November 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Komando Operasi TNI AU I (Koopsau I) menggelar Latihan Parasailing di Pantai Tanjung Benoa, Bali.

Latihan yang merupakan agenda tahunan Koopsau I ini dilaksanakan tiga hari dari tanggal 9-11 November 2018. 

Latihan Parasailing ini melibatkan penerbang pesawat tempur dari tiga Skadron Udara (Skadud) di jajaran Koopsau I.

Latihan sendiri dibuka oleh Direktur Latihan (Dirlat), Kolonel Pnb M.Arifin Sjarir melalui upacara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Baseops Lanud Ngurah Rai Bali, Jumat (9/11/2018) kemarin.

Dalam sambutannya, Dirlat Kolonel Pnb M.Arifin Sjarir membacakan sambutan tertulis Panglima Koopsau I (Pangkoopsau I), Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo. 

"Latihan ini bertujuan untuk melatih dan memberikan pengalaman praktis perorangan bagi penerbang tempur jajaran Koopsau I. Karena dalam tugas, baik pada operasi maupun latihan kemungkinan menghadapi situasi emergency, yang bisa saja terjadi sewaktu waktu," demikian disampaikan Pangkoopsau I melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Direktur Latihan, seperti rilis yang diterima Tribun Bali, Sabtu (10/11/2018).

Pangkoopsau I berharap dengan latihan ini para penerbang tempur di jajarannya, semakin siap, baik skill, teknik, mental dan keterampilannya.

Sehingga saat melaksanakan tugas-tugas operasional, memiliki kepercayaan diri apabila menghadapi kondisi dan situasi emergency.

Latihan Parasailing ini, lanjut Pangkoopsau I, merupakan program latihan bagi seluruh penerbang tempur.

Latihan tersebut sebagai sarana simulasi emergency dalam melaksanakan eject dengan ejection seat, baik di area daratan maupun di area perairan. 

"Kemampuan escape dan eject merupakan suatu keharusan bagi penerbang tempur. Tentunya saya berharap, semua penerbang tempur di jajaran Koopsau I, bisa menguasainya dengan baik," kata Marsda TNI Fadjar.

Pangkoopsau I meminta para peserta latihan bisa semaksimal mungkin mengikuti semua simulasi latihan.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan yang telah disusun oleh Kolat, sehingga terlaksana dengan tertib, lancar dan aman.

Pembukaan Latihan Parasailing penerbang tempur jajaran Koopsau I tersebut, dihadiri oleh Kas Koopsau I, Marsma TNI Syamsul Rizal, serta Para pejabat Koopsau I. Turut hadir Komandan Lanud Ngurah Rai Kol Pnb Wibowo Cahyono Soekadi.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved