Peserta Kirab Pemuda 2018 Disambut Tari Kecak dan Parade Budaya saat Singgah di Gianyar

50 Peserta Kirab Pemuda 2018 Zona II dari perwakilan seluruh provinsi di Indonesia, singgah di Gianyar, Bali

Peserta Kirab Pemuda 2018 Disambut Tari Kecak dan Parade Budaya saat Singgah di Gianyar
Dafit/Humas Kemenpora
Peserta Kirab Pemuda 2018 yang diselenggarakan Kemenpora disambut dengan tarian di Gianyar, Sabtu (10/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - 50 Peserta Kirab Pemuda 2018 Zona II dari perwakilan seluruh provinsi di Indonesia, singgah di Gianyar, Bali.

Kedatangan peserta tersebut mendapat sambutan sangat meriah dari masyarakat.

Penyambutan juga dimeriahkan dengan tari kecak, tari nusantara dan juga parade budaya, yang bertempat di Lapangan Astina, Kota Gianyar, Bali, Jumat (9/11/2018) sore, kemarin.

Bupati Gianyar Made Mahayastra dalam pidatonya mengungkapkan rasa bangga kotanya mendapat kepercayaan untuk ambil bagian dalam acara Kirab Pemuda.

Ia juga memaparkan tentang semangat Kota Gianyar sebagai kota yang toleran dan mendukung perkembangan kreativitas.

"Kami merasa bangga telah mendapat kepercayaan sebagai kota singgah peserta kirab. Dari sekian banyak tempat, tempat kami menjadi salah satu yang dipercaya," ucapnya melalui keterangan pers yang diterima Tribun Bali, Sabtu (10/11/2018) pagi tadi.

"Perlu kami sampaikan juga, Kabupaten Gianyar adalah daerah yang memiliki semangat toleransi tinggi. Kami juga sangat menghargai kebudayaan dan kreativitas seni, ini terbukti dengan berkembangnya seni budaya di Gianyar hingga melahirkan banyak seniman," tambahnya.

Sementara itu, Chandra Bakti Staf Ahli Bidang Kerjasama dan Kelembagaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi Kota Gianyar.

Menurutnya, Gianyar adalah daerah dengan sambutan paling meriah.

"Mewakili Kemenpora, saya mengucapkan terima kasih. Gianyar merupakan titik singgah terakhir dengan sambutan paling meriah," ungkapnya.

"Kirab pemuda ini adalah program dari pemerintah yang diharapkan dapat mendorong kreativitas di daerah-daerah. Selain kita juga melihat, sekarang ini bangsa Indonesia sedang mengalami banyak ancaman, utamanya pada generasi muda. Ancaman itu diantaranya adalah ideologi anti pancasila, narkoba dan seks bebas," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Drs. KN. Boy Jayawibawa, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali, mewakili Gubernur Bali, berharap peserta kirab dapat menjadi teladan bagi pemuda se-Indonesia.

"Harapan besar bagi kami untuk peserta kirab adalah menjadi teladan pelopor dan pendorong dalam kemajuan bangsa," harapnya.

Kota Gianyar adalah tempat singgah terakhir bagi peserta kirab pemuda, sebelum acara ditutup di Jakarta pada tanggal 14 November mendatang.

Kirab Pemuda 2018 yang diselenggarakan Kemenpora ini dibagi kedalam dua zona yang mengelilingi 34 provinsi di Indonesia, dengan rute Zona I berangkat dari Sabang dan Zona II dari Merauke. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved