Punya 632 Kantor penyelenggara KUPVA BB Berizin, Bali Jadi Sentra Utama Penukaran Valuta Asing

Jumlah penyelenggara KUPVA BB berizin di seluruh Indonesia sampai akhir Oktober 2018 kurang lebih 1.127 penyelenggara KUPVA BB

Punya 632 Kantor penyelenggara KUPVA BB Berizin, Bali Jadi Sentra Utama Penukaran Valuta Asing
Istimewa/Dokumen Rakernas Afiliasi Penukaran Valuta Asing
Kepala Grup Surveilans KLU dan Moneter Departemen Surveilans Sistem Keuangan, Zulfan Nukman, di kantor KPwBI Bali, Jumat (9/11/2018). 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Rapat kerja nasional (Rakernas) Afiliasi Penukaran Valuta Asing diselengarakan di Bali.

Hingga saat ini, jumlah penyelenggara KUPVA BB berizin di seluruh Indonesia sampai akhir Oktober 2018 kurang lebih 1.127 penyelenggara KUPVA BB.

Wilayah Provinsi Bali merupakan salah satu sentra utama kegiatan penukaran valuta asing.

Hal tersebut dapat diliihat dari jumlah penyelenggara KUPVA BB, di wilayah Provinsi Bali yang mencapai 121 penyelenggara dengan jumlah kantor cabang sebanyak 511, sehingga secara total terdapat 632 kantor penyelenggara KUPVA BB berizin yang melakukan kegiatan usaha penukaran uang di wilayah Provinsi Bali.

Kepala Grup Surveilans KLU dan Moneter Departemen Surveilans Sistem Keuangan, Zulfan Nukman mengatakan, berdasarkan data transaksi Triwulan III tahun 2018 tercatat rata-rata volume transaksi jual-beli bulanan dari seluruh kantor pusat Penyelenggara KUPVA BB yang berada di Bali sebesar Rp 3,47 triliun, atau 9,93 persen terhadap rata-rata volume transaksi nasional yang mencapai Rp 34,93 triliun per bulan.

“Bank Indonesia sebagai otoritas pengawas terhadap Industri KUPVA BB, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang terus berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Antara lain mengeluarkan PBI terhadap Industri KUPVA BB. Hal ini dilakukan dalam rangka agar Industri KUPVA BB dalam menjalankan kegiatan usahanya akan memenuhi standar-standar internasional,” jelasnya di Kantor KPwBI Bali, Jumat (9/11/2018).

Apalagi, kata dia, industri KUPVA BB sangat rentan dijadikan sarana tindak pidana pencucian uang, narkotika, dan korupsi.

“Sebagai buktinya, sudah banyak pemilik penyelenggara KUPVA BB di Jakarta dan Batam yang ditahan atau dimintai keterangan oleh penyidik dari Kepolisian atau BNN. Untuk itu, Bank Indonesia sebagai LPP secara intensif terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada Penyelenggara KUPVA BB agar industri ini tumbuh menjadi industri yang sehat,” jelasnya.

Bank Indonesia selalu mengingatkan kepada Penyelenggara KUPVA BB sebagai Penyedia Jasa Keuangan, untuk mematuhi penerapan prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer Principles), melakukan pencatatan identitas nasabah, serta menyampaikan laporan transaksi keuangan tunai (LTKT), laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM), dan Sipesat secara akurat dan tepat waktu kepada PPATK.

Bank Indonesia, kata dia, baik di Kantor Pusat (KP) maupun di Kantor Perwakilan (KPw), telah melakukan pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung terhadap Penyelenggara KUPVA BB.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved