RLS Masih Rendah, Anggaran Beasiswa dan Buta Aksara di Bangli Justru Minim

Meski mengalami peningkatan, rata-rata lama sekolah atau disebut RLS di Bangli masih tergolong rendah

RLS Masih Rendah, Anggaran Beasiswa dan Buta Aksara di Bangli Justru Minim
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sekdispora, I Nyoman Sedana, saat ditemui Tribun Bali, Jumat (9/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Meski mengalami peningkatan, rata-rata lama sekolah atau disebut RLS di Bangli masih tergolong rendah.

Berdasarkan data tahun 2017, rata-rata masyarakat Bangli mengenyam pendidikan selama 7,38 tahun.

Kata Sekdispora, I Nyoman Sedana, jumlah tersebut telah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (2016) yakni 6,96 tahun.

Dan pada tahun 2018 ini, pihaknya menargetkan RLS di Bangli kembali meningkat sebesar 7,5 tahun.

“Agregat yang digunakan untuk mengukur RLS ini jumlah penduduk Bangli di usia belajar. Yakni usia 6 hingga 45 tahun,” ujarnya Jumat (9/11/2018).

Rendahnya peningkatan RLS yang ditargetkan, menurut Sedana lantaran masih banyak terjadi pergeseran penduduk yang tidak melapor ke desa, maupun kematian penduduk yang tidak dilaporkan.

Ini menyebabkan pembanding data tidak sesuai.

Disamping itu, imbuh Sedana, jenjang RLS yang menjadi acuan juga terlalu tinggi.

Sebab ia yakin, jika yang menjadi acuan adalah jenjang Paud hingga SMA, RLS di Bangli telah mencapai 13 tahun.

“Artinya angka 7,38 tahun atau setara SMP ini, dikarenakan jenjang pendidikan yang menjadi acuan nasional mulai dari tingkat Paud hingga S3. Apabila yang menjadi acuan tanpa disertakan dengan jenjang perkuliahan, rata-rata lama belajar di Bangli sudah mencapai 13 tahun,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved