Peringatan Hari Pahlawan

Sepak Terjang Pahlawan Milenial di Bali (1) - Terjemahkan Lontar Agar Bisa Dinikmati Masyarakat

Puta Eka Guna Yasa berjuang dengan mengangkat pengerupak lontar, menyelami dalamnya aksara pada lontar

Sepak Terjang Pahlawan Milenial di Bali (1) - Terjemahkan Lontar Agar Bisa Dinikmati Masyarakat
Foto Koleksi Putu Eka Guna Yasa
LONTAR - Putu Eka Guna Yasa (memegang lontar) ketika melakukan penerjemahan, pembacaan, maupun identifikasi lontar, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Jika dahulu pahlawan mengangkat senjata, maka hari ini tak mesti seperti itu.

Dengan bergerak di bidang yang digeluti dan berguna bagi masyarakat, bisa dianggap sebagai pahlawan bagi lingkungannya.

Sebagaimana yang dilakukan Puta Eka Guna Yasa berjuang dengan mengangkat pengerupak lontar, menyelami dalamnya aksara pada lontar, lalu menerjemahkannya agar orang lain juga ikut menikmati samudera ilmu yang ada di dalamnya.

Jika banyak pemuda yang memilih bergelut pada dunia yang penuh gemerlap modernisasi, ia memilih berkutat dengan aksara di atas daun lontar.

Puluhan lontar telah diterjemahkan pemuda kelahiran 6 Januari 1990 itu.

Sebut saja tutur lontar Sang Hyang Aji Saraswati, Kidung Sri Tanjung, Sikuting Umah, Kala Purana, Putru dengan berbagai ragam jenisnya, Asta Loma yang berkaitan dengan kearsitekturan, Sri Purana, Yama Tatwa, Dharma Caruban Purincining Ebatan tentang boga dalam sastra, Siwaratri Kalpa, Babad Buda Kliwon di Getas, Purana Pura Suniantara di Monang Maning, Batur Kalawasan Petak di Gumerih Jembrana.

Selain itu, juga membantu menerjemahkan awig-awig pada daerah yang memiliki kendala dalam penerjemahan awig-awig, misalnya di Banjar Sila Dharma Denpasar, awig-awig di Desa Cemagi, Desa Adat Karangasem, dan membaca lontar di beberapa puri seperti Puri Agung Bangli, Puri Kedampal, juga di griya seperti Griya Gede Belayu.

Bayaran bukan hal utama, yang penting ilmu yang dimilikinya berguna dan membantu orang lain.

Penerjemahan lontar ini bermula dari kecintaan terhadap aksara Bali ketika masih duduk di bangku SMA.

Ketika itu tahun 2005 dan ia mewakili sekolahnya, SMAN 1 Ubud lomba nyurat lontar dan mendapat juara satu tingkat kabupaten dan menyabet juara II di tingkat provinsi.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved