Tradisional dan Kontemporer dalam Garapan Siswa SLUA Saraswati Denpasar dan SMA Dwijendra

SLUA Saraswati Denpasar dan SMA Dwijendra tampil "nyakcak" di Gedung Ksirarnawa

Tradisional dan Kontemporer dalam Garapan Siswa SLUA Saraswati Denpasar dan SMA Dwijendra
Widnyana Sudibya/Panitia Bali Mandara Nawanatya III
Penampilan siswa SLUA Saraswati Denpasar dan SMA Dwijendra dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III, Jumat (9/11/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SLUA Saraswati Denpasar dan SMA Dwijendra tampil "nyakcak" di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Jumat (9/11/2018) malam.

Sebagai penampil pertama, yaitu SLUA Saraswati Denpasar yang tampil dengan garapan lepas.

"Hanya tari dan tabuh saja untuk malam ini," kata Made Budiadnyana selaku Kepala SLUA Saraswati Denpasar.

Garapan ini dikatakan Budiadnyana terdiri dari Tabuh Pembukaan, Tari Sekar Jempiring, Tari Kebesaran Saraswati, Tari Kembang Taru (Kontemporer).

Penampilan kedua dilanjutkan oleh SMA Dwijendra Denpasar yang membawakan garapan bertajuk Ahangkara.

"Konsep penampilan ini tentang zaman Kaliyuga yakni zaman kehancuran, garapan ini menginspirasi teman-teman agar eling dengan diri kita sendiri," kata Pande Putu Kevin Dian Muliarta selaku konseptor garapan.

Dalam garapan ini Kevin mengungkapkan, perkembangan zaman yang maju dengan cepat harus seimbang dengan tradisi dan budaya yang telah melekat.

Salah satu anggota tim pengamat dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III, I Wayan Dibia mengatakan garapan siswa-siswi SLUA Saraswati Denpasar sangat tradisional.

"Kreativitas anak-anak lumayan lah, untuk Saraswati itu tradisional sekali," kata Dibia.

Sementara untuk garapan kontemporer SMA Dwijendra menurut Dibia memiliki pesan yang bagus namun penyampaiannya terlalu eksplisit.

"Untuk bicara tentang kekinian dan tradisional sudah lumayan, hanya penyampaiannya terlalu eksplisit, kurang diindahkan," papar Dibia.

Menutup kekurangan dan kelebihan masing-masing penampil, bagi Dibia yang perlu diapresiasi adalah usaha para pelajar dalam berproses. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved