Erikawati Minta Nonton Drama Kolosal Surabaya Membara Sebelum Tewas, Sahluki: Minta Nonton di Atas

Erikawati (9), bocah kelas 3 SD, yang tewas terlindas kereta api, berada di lokasi naas tersebut karena terus merengek kepada orangtuanya agar diajak

Erikawati Minta Nonton Drama Kolosal Surabaya Membara Sebelum Tewas, Sahluki: Minta Nonton di Atas
Surya.co.id/Mohammad Romadoni/Facebook
Jenazah Erikawati di kamar jenazah RSUD dr Soetomo. Dan Detik-detik saat beberapa penonton terjun dari viaduk Jl Pahlawan untuk menghindari ditabrak kereta api, Jumat (9/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Drama kolosal bertajuk 'Surabaya Membara' untuk memperingati Hari Pahlawan, Jumat (9/11) malam, membawa tiga korban tewas.

Erikawati (9), bocah kelas 3 SD, yang tewas terlindas kereta api, berada di lokasi naas tersebut karena terus merengek kepada orangtuanya agar diajak menonton drama kolosal 'Surabaya Membara'.

"Anak saya minta terus ingin nonton Surabaya Membara. Ia  minta ke atas (viaduk) biar kelihatan," ucap Sahluki, ayah Erikawati, ketika ditemui di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Surabaya, Sabtu (10/11).

Di dekat lokasi diadakannya drama kolosal, Jl Pahlawan Surabaya, depan kantor Gubernur Jatim, memang terdapat jalan layang kereta api yang dikenal dengan sebutan viaduk. Di jalan kereta api yang tingginya sekira 5 meter itulah sejumlah orang menonton drama kolosal.  

Sahluki (41) bersama istri, Liana (37), dan Erikawati berangkat ke lokasi menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Jl  Kalimas Baru Nomor 62, Kota Surabaya. Sampai di lokasi, sepanjang jalan sudah dipenuhi banyak orang.

Sahluki berinisiatif naik ke viaduk karena melihat banyak orang ada di tempat itu. "Di bawah sudah penuh, tidak kelihatan,  lalu kami ke atas (viaduk)," kata Sahluki.

Ia tidak menyangka tindakannya menonton di viaduk itu justru berbuah petaka.  Sahluki, istri, dan anaknya terjatuh ketika terjadi kepanikan saat ada kereta api dari arah Stasiun Gubeng menuju Stasiun Pasar Turi melintas di viaduk.

Sejumlah orang lainnya juga terjatuh dari viaduk. Naas, Erikawati terlepas dari pegangan ibunnya. Korban terseret gerbong kereta api hingga menderita luka parah di kepala.  Erikawati meninggal di lokasi kejadian.

"Tidak ada petugas yang melarang menonton acara dari viaduk. Sudah banyak orang di sana ," ujar Sahluki. Mereka menonton drama 'Surabaya Membara' atas permintaan Erikawati.

Sebagai orangtua, Sahluki menuruti keinginan putri keduanya itu. Ia tidak mempunyai firasat apapun ternyata  menonton drama kolosal  itu merupakan permintaan terakhir Erikawati.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved