Kehabisan Uang, Perusahaan di China Bayar Keuntungan Investor Pakai Daging Babi

Bisnis mereka sedang mengalami kesulitan lantaran ikut terdampak kasus wabah demam babi Afrika

Kehabisan Uang, Perusahaan di China Bayar Keuntungan Investor Pakai Daging Babi
Intisari Online
Ilustrasi. 

TRIBUN-BALI.COM, BEIJING - Sebuah perusahaan di China terpaksa membayar keuntungan kepada investor mereka menggunakan daging babi karena mereka kehabisan uang.

Melansir dari Daily Mail, perusahaan Chuying Agro-Pastoral Group, yang bergerak di bidang produsen bahan makanan, termasuk daging babi, memiliki tanggungan sebesar 30 juta poundsterling (sekitar Rp 571 miliar) kepada para investor.

Namun saat jatuh tempo dan perusahaan diharuskan membayar bunga obligasi sebesar 55 juta poundsterling (sekitar Rp 1 triliun), mereka tengah kehabisan dana.

Bisnis mereka sedang mengalami kesulitan lantaran ikut terdampak kasus wabah demam babi Afrika.

Pada akhirnya pihak perusahaan menawarkan untuk membayarkan bunga tersebut dalam bentuk paket hadiah berupa daging ham atau babi.

Pembayaran dalam bentuk daging babi atau ham itu tidak dapat menutup seluruh utang perusahaan.

Namun mereka berjanji akan tetap membayarkannya di waktu yang akan datang dalam bentuk uang.

Investor menerima penawaran yang tidak biasa tersebut dan bersedia menunda pembayaran sisa tagihan.

Keputusan perusahaan dalam "membayar" tagihan dalam bentuk daging babi tersebut ternyata berdampak positif, yakni dengan meningkatnya nilai saham perusahaan hingga 20,9 persen pada pekan ini, sejak pengumuman itu dibuat.

Peningkatan nilai saham perusahaan tersebut mungkin ikut dipengaruhi kepuasan pihak investor dengan kualitas paket daging yang mereka terima, yang masing-masing bernilai hampir 1.000 poundsterling (sekitar Rp 19 juta).

Analis ekonomi, Judy Kwok-cheung yang juga direktur penelitian pendapatan tetap di Bank Singapura, menilai, pembayaran dalam bentuk barang umumnya tidak bisa diterima sebagai pembayaran utang.

Hal serupa juga pernah dilakukan oleh perusahaan cokelat di Inggris, Hotel Chocolat yang pada 2010 meluncurkan Obligasi Cokelat.

Perusahaan itu memberikan enam kotak cokelat senilai masing-masing sekitar 19 poundsterling setiap tahun kepada investor yang menanamkan dananya sebesar 2.000 poundsterling.

Perusahaan itu baru benar-benar dapat membayarkan keuntungan kepada investor berupa uang tunai pada awal tahun ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kehabisan Uang, Perusahaan di China Bayar Investor Pakai Daging Babi

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved