Kemenpar Sebut Pengembangan 10 Destinasi Wisata "Bali Baru" untuk Selamatkan Bali

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI kini tengah mengembangkan sepuluh destinasi wisata "Bali Baru"

Kemenpar Sebut Pengembangan 10 Destinasi Wisata
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Pemandangan matahari terbit yang berhasil diabadikan Tribun Bali dari Puncak Gunung Batur, Kintamani, Bangli, Bali, Minggu (14/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI kini tengah mengembangkan sepuluh destinasi wisata "Bali Baru" di seluruh Indonesia.

Kesepuluh destinasi tersebut yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Belitung di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, dan Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Selain itu, masih ada Gunung Bromo di Jawa Timur, Mandalika Lombok di Nusa Tenggara Barat, Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara, serta Morotai di Sulawesi Utara.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kemenpar RI, Prof. Gde Pitana menjelaskan, difokuskannya membentuk pariwisata "Bali Baru" itu sebagai upaya menyelamatkan Bali, sehingga wisatawan bisa menyebar ke berbagai wilayah di tanah air.

Melalui adanya pengembangan produk wisata baru ini pemerintah telah membaca selera pasar.

Dalam teori pengembangan pariwisata, jelasnya, terdapat pendekatan produk atau product oriented development dan pendekatan pasar atau market oriented development.

Sementara yang diikuti saat ini adalah pendekatan kombinasi, yakni dengan melihat pasar dan produk sehingga tidak menganggu budaya masyarakat Indonesia.

"Contoh misalnya customer minta Kasino, ya kita nggak kasi karena itu melanggar undang-undang. Ketika customer meminta yang melanggar etika keagamaan dan kebangsaan kita, ya kita tolak walaupun kita mengutamakan customer," jelasnya.

Menurutnya, disitulah pentingnya pengembangan destinasi melakukan pendekatan kombinasi antara market oriented dan product oriented. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved