Sandiaga Bicara Tentang Politik Cabe Lado: Tiap Kali Ada Politisi Bicara Kasar, Kita Cabein Mulutnya

Sebab, apabila tidak, dirinya mengancam akan memberi cabai kepada politikus nakal tersebut.

Sandiaga Bicara Tentang Politik Cabe Lado: Tiap Kali Ada Politisi Bicara Kasar, Kita Cabein Mulutnya
TRIBUN/ABRAHAM DAVID
Setelah melakukan kunjungannya, Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno berswafoto dengan warga di pabrik Kecap SH, Sukasari, Tangerang, Jumat (9/11/2018). Dalam kunjungan nya Sandiaga Uno melihat langsung proses pembuatan dan mendukung UMKM yang bisa menyerap, membuka lapangan pekerjaan, dan memajukan perekonomian negara. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta semua pihak mendorong politik menyenangkan dan mempersatukan.

Sebab, apabila tidak, dirinya mengancam akan memberi cabai kepada politikus nakal tersebut.

Ancaman itu disampaikan Sandiaga Uno ketika bertemu Rudi, pedagang cabai di Pasar Baru Panam di Jalan HR Soebrantas, Tuah Karya Tampan, Pekanbaru, Riau, Senin (12/11/2018).

Sandiaga Uno yang turut membeli cabai merah itu teringat ibunya, Mien Uno.

Apabila nakal saat masih kecil, Sandiaga Uno mengaku bibirnya sering diberikan cabai apabila ketahuan berbicara kasar.

“Saya kalau melihat cabe merah seperti ini ingat bener tiap kali bicara kasar, ibu saya, Mien Uno, langsung mulut saya dicabein. Nah, ini yang kita sebut politik cabe atau lado. Setiap kali ada politisi bicara kasar, kita cabein mulutnya. Karena kita sekarang butuh politik yang mempersatukan, bukan memecah belah,” tutur Sandiaga Uno dalam siaran tertulis, Senin (12/11/2018).

Rudi mengaku harga cabai sempat tinggi di Riau.

Dia berharap Sandiaga Uno bisa mempertahankan harga-harga kebutuhan bahan pokok agar stabil dan terjangkau.

“Saya harap Pak Sandi bisa menjaga pasokan, biar harga tidak naik turun,” harap Rudi yang senang diberi uang Rp 100 ribu, karena Sandiaga Uno menolak uang kembalian.

Sandiaga Uno menyatakan, ekonomi menjadi fokus Prabowo-Sandi, khususnya dalam penyediaan dan penciptaan lapangan kerja serta stabilitas sejumlah harga kebutuhan pokok terjangkau.

“Kami akan menyederhanakan rantai distribusi. Juga memanfaatkan data konsumsi yang benar, sehingga tidak perlu lagi impor produk-produk pertanian yang bisa dihasilkan sendiri di bumi Indonesia. Negara ini kaya alam dan buminya, tapi kenapa melulu impor?” papar Sandiaga Uno. (*) 

Penulis: Dwi Rizki

                            

Editor: Eviera Paramita Sandi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved