Berita Banyuwangi

Bertemu Ribuan Guru, Anas Minta Pelajar Dibekali Pendidikan Revolusi Industri 4.0

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, meminta guru tidak hanya mengajar dan mendidik, tapi guru harus memiliki keterampilan

Bertemu Ribuan Guru, Anas Minta Pelajar Dibekali Pendidikan Revolusi Industri 4.0
SURYA MALANG/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turun menyalami para guru untuk memberikan ucapan selamat hari guru. Upacara peringatan Hari Guru ini juga dimeriahkan dengan penampilan drumband etnik dari siswa SMPN 3 Banyuwangi di Taman Blambangan, Selasa (13/11/2018). 

Bertemu Ribuan Guru, Anas Minta Pelajar Dibekali Pendidikan Revolusi Industri 4.0

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, meminta guru tidak hanya mengajar dan mendidik, tapi guru harus memiliki keterampilan yang lebih agar menghasilkan siswa yang kreatif.

Hal itu disampaikan Anas saat memimpin upacara Peringatan Hari Guru Nasional yang ke-73 dan HUT PGRI di Taman Blambangan, Selasa (13/11/2018), yang diikuti ribuan guru.

Dalam acara tersebut, Anas juga meneruskan arahan Presiden Jokowi terkait tantangan pendidikan ke depan, terutama dalam menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Saat ini tantangannya sudah berubah, nilai akademis bagus tapi tidak kreatif maka susah bisa berhasil. Kreativitas perlu ditumbuhkembangkan,” kata Anas.

Baca: Jika Hasil SKD CPNS Denpasar Tak Memenuhi Formasi, Ini Langkah yang Dilakukan BKPSDM

Baca: Masbro Sosok Pemasok Pil Koplo Masih Misterius, Polisi Baru Amankan 3 Tersangka Pengedar

Baca: Petaka Kenal Cowok di Facebook, Bunga Dirayu Lalu Digilir 2 Pemuda, Setelah Itu Dicampakkan

Menurut Anas, di era sekarang ini pendidikan karakter dan akademis saja tidak cukup.

Tapi juga perlu penguasaan skills yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0, seperti kolaboratif, komunikatif, dan inovatif.

"Misalnya soal kolaborasi. Seperti dikatakan Pak Jokowi, mari berhijrah dari individualisme ke kolaborasi. DNA Revolusi Industri 4.0 itu kolaborasi, maju bareng-bareng. Itu skills yang harus dikuasai pelajar, bagaimana mereka mampu berkolaborasi dengan banyak pihak untuk berkembang,” papar Anas.

Di samping itu, kata Anas, tren pengangguran lulusan SMK terus bertambah. Maka itu model pengajaran dan pendekatannya harus berubah.

Baca: Mimpi Juara Baru Tanpa Intrik

Baca: Skor Akhir Timnas Indonesia 3 Vs 1 Timor Leste, Skuat Bima Sakti Ngamuk Setelah Kebobolan Lebih Dulu

Baca: Bali United Wajib Waspadai Statistik Persebaya yang Sukses Jauhi Zona Degradasi

“Guru SMK bisa memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya untuk mengajari siswanya kreatif."

"Misalnya, pada saat praktek kerja lapangan, siswanya bisa diarahkan dalam kegiatan industri yang ada di sekitar sekolah sesuai bidangnya. Guru yang kreatif akan melahirkan siswa yang kreatif,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved