Liputan Khusus

Krisis Air di Bangli Belum Teratasi, Uang Warga Habis untuk Beli Air

Walau berada di daerah pegunungan, tapi kenyataannya penduduk yang tinggal di kawasan Kintamani rata-rata kesulitan mendapatkan air

Krisis Air di Bangli Belum Teratasi, Uang Warga Habis untuk Beli Air
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
EMBER PENAMPUNGAN - Seorang balita bermain di dekat deretan ember yang menjadi tempat penampungan air warga di Banjar Belong Dauhan, Abang Songan, Kintamani, Bangli, Kamis (7/11/2018). Hingga saat ini pemerintah belum mampu mengatasi krisis air di Kintamani. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Desa Abang Songan, Suter, dan Abang Batudinding lokasinya tak jauh dari Danau Batur, Kintamani, Bangli.

Namun tiga dari beberapa desa lainnya di Kintamani itu mengalami krisis air sejak bertahun-tahun lamanya.

Berbanding terbalik dengan area kantong-kantong pariwisata di Bali yang bergelimang air untuk memanjakan wisatawan.

Walau berada di daerah pegunungan, tapi kenyataannya penduduk yang tinggal di kawasan Kintamani rata-rata kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Uang hasil mereka bekerja dan bertani pun seakan habis untuk membeli air.

Bahkan, air untuk kebutuhan mandi mereka harus beli ke para penjual air.

Pernah ada upaya untuk membuat sumur bor, namun tidak memungkinkan karena kondisi bawah tanah daerah ini tidak terdapat sumber air.

Air PDAM pun tak mampu menyentuh kawasan ini.

“Makanya uangnya habis untuk beli air kalau hidup di sini. Setiap dua minggu sekali beli air Rp 250 ribu. Itu kalau irit. Kalau boros paling lama bisa dipakai 25 hari kalau untuk kebutuhan rumah tangga,” kata warga Banjar Belong Dauhan, Abang Songan, Kadek Tangkil, saat ditemui Tribun Bali di kediamannya, Rabu (7/11/2018) sore.

Baca: News Analysis: Kaki Jangan Lupa Kepala, Krisis Air di Bangli Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemkab

Pria berusia 32 tahun itu tinggal bersama seorang istri dan tiga anaknya yang masih balita di sebuah gubuk kecil yang hanya berdinding rajutan bambu.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved