Mulai Tahun Depan Kesempatan Kerja ke Jepang akan Menekankan Penguasaan Bahasa Jepang

Kesempatan kerja ke Jepang akan semakin menekankan penguasaan bahasa Jepang mulai tahun depan

Mulai Tahun Depan Kesempatan Kerja ke Jepang akan Menekankan Penguasaan Bahasa Jepang
Tribun Bali/Rizal Fanany
Richard Susilo saat memberikan penjelasan mengenai pentingnya berbahasa Jepang di Denpasar, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesempatan kerja ke Jepang akan semakin menekankan penguasaan bahasa Jepang mulai tahun depan, hal ini sesuai UU tenaga kerja asing yang baru berlaku mulai 1 April 2019.

"Dengan UU tenaga kerja asing yang baru, nantinya akan ada badan khusus koordinasi dari beberapa kementerian Jepang yang akan menilai tenaga kerja asing yang ingin bekerja ke Jepang, dan tinjauan itu lebih difokuskan kepada penilaian penguasaan bahasa Jepang, disamping juga kemampuan keahlian masing-masing," papar Richard Susilo konsultan profesional tenaga kerja Indonesia di Jepang, yang juga CEO Office Promosi Ltd., Tokyo Japan khusus kepada tribunbali.com, Rabu (14/11/2018) kemarin.

Pencerahan kerja di Jepang kemarin disampaikan Richard kepada beberapa calon tenaga kerja yang ingin ke Jepang, guna persiapan lebih baik menuju tempat kerja di Jepang.

Mulai dari cara mengikuti mensetsu (ikut wawancara) ke perusahaan Jepang, pembahasan UU tenaga kerja baru yang masih dalam pembahasan di Jepang saat ini, sampai kepada berbagai kasus tenaga kerja Indonesia illegal di Jepang, standar kerja dan berbagai hal terkait dukungan kerja bagi tenaga kerja Indonesia yang ada di Jepang.

"Umumnya tenaga kerja Indonesia memiliki citra yang baik di Jepang, di mata para pengusaha Jepang, namun kelemahan paling besar adalah penguasaan bahasa Jepang yang memang belum cukup untuk menyosialisasikan dirinya dengan lingkungan Jepang. Selain itu pola pikir dan budaya juga perlu penyesuaian, namun hal itu biasanya akan berjalan seiring dengan penguasaan bahasa Jepang yang lebih fasih, (dengan fasih bahasa Jepang) maka akan mengerti sendiri budaya Jepang yang sebenarnya seperti apa. Di sanalah dia akan menyadari kalau selama ini ternyata cara dan pola pikirnya berbeda dengan yang dilakukan orang Jepang," jelasnya lagi.

Kesempatan kerja orang Indonesia di Jepang sebenarnya besar sekali, bahkan sekitar 500.000 tenaga kerja Indonesia kemungkinan akan direkrut dalam rencana masa depan bagi Jepang yang kekurangan tenaga kerja.

"Masalahnya adalah penguasaan bahasa Jepang yang masih lemah bagi kebanyakan orang Indonesia. Sedangkan pesaing kita adalah tenaga kerja China dan Korea yang pintar berbahasa Jepang karena menguasai karakter kanji," jelasnya lagi.

Itulah sebabnya sudah waktunya Kementerian Tenaga Kerja dan kementerian lainnya menyiapkan satu sistem, terutama dalam peningkatan kemampuan bahasa Jepang bagi para tenaga kerja Indonesia yang mau bekerja ke Jepang, tambahnya lebih lanjut. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved