Liputan Khusus

Akibat Krisis Air, Petani di Bangli Ini Beli Air Rp 1,2 Juta Per Hari

Para petani harus menyiapkan uang jutaan rupiah per hari untuk membeli air agar bisa menyiram tanaman mereka.

Akibat Krisis Air, Petani di Bangli Ini Beli Air Rp 1,2 Juta Per Hari
Tribun Bali/Rizal Fanany
(Ilustrasi) Para Petani tengah mengambil air di sumur buatan di subak renon, Desa renon, jalan Tukad Balian, Denpasar. Senin (29/9/2014). Puluhan hektar lahan pertanian di daerah tersebut mengalami kekeringan akibat saluran irigasi mengering di musim kemarau ini sehingga setiap harinya para petani menggantungkan air dari sumur buatan tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Meskipun tanah di daerah Abang Songan, Suter, dan Abang Batudinding, Kintamani, Bangli, tergolong bagus untuk berkebun dan bertani, tapi tak banyak warga yang mau bekerja sebagai petani.

Para petani harus menyiapkan uang jutaan rupiah per hari untuk membeli air agar bisa menyiram tanaman mereka.

Aroma pupuk begitu menyengat di hidung tatkala Tribun Bali mengunjungi kebun cabai milik Ketut Padayasa di Banjar Belong Dauhan, Desa Abang Songan, Kintamani, Bangli, Rabu (7/11) sore.

Satu dari delapan petani di Desa Abang Songan ini sedang sibuk menanam bibit cabai Lombok.

Terlihat lahan kebun milik petani berusia 50 tahun ini memang kering seperti jarang disirami air.

Padayasa dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai petani yang paling irit menggunakan air untuk menyiram tanaman.

Biasanya, petani yang nekat berkebun di kawasan Abang Songan ini harus siap mengeluarkan duit Rp 1,2 juta per hari.

Namun Padayasa cuma membeli air Rp 750 ribu untuk tiga hektare lahan pertanian miliknya.

“Saya per hari rata-rata beli air 250 liter. Kebun saya tiga hektare, dan sehari saya perlu uang Rp 750 ribu untuk air saja, belum lainnya. Makanya di sini sedikit jadi petani,” kata pria tiga anak ini.

Seraya duduk di ladang kebun miliknya, Padayasa bercerita tentang kesulitannya menjadi petani lantaran tidak adanya aliran air.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved