Sponsor Content

Kreatifood Bali 2018 Tutup Rangkaian Expo Dan Showcase KREATIFOOD 2018

Kreatifood Bali 2018 Tutup Rangkaian Expo Dan Showcase KREATIFOOD 2018

Kreatifood Bali 2018 Tutup Rangkaian Expo Dan Showcase KREATIFOOD 2018
Tribun Bali/Rino Gale
Acara konferensi pers Kreatifood Bali 2018 yang digelar di Mall Galeria, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Jumat (16/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG- Kreatifood Bali 2018 gelar acara konfrensi pers di Mall Galeria, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Jumat (16/11/2018).

Konfrensi pers dihadiri oleh Sappe M.P. Sirait (Direktur Pemasaran Dalam Negeri BEKRAF), Yustinus Agung (Ketua Perkumpulan Foodstartup Indonesia), Mega Siswin (Pemilik bran Bronchips dari Surabaya), dan Putu Supadma Rudana (Komisi X DPR RI) sekaligus membuka gelaran tersebut.

Setelah KREATIFOOD 2018 diselenggarakan di Surabaya, Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Samarinda, Makassar, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menutup rangkaian Kreatifood 2018 di Bali.

Sappe M.P. Sirait (Direktur Pemasaran Dalam Negeri BEKRAF) menjelaskan, KREATIFOOD adalah acara yang digelar Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan kemungkinan atas terjadinya investasi dari akses permodalan non perbankan.

"Selama penyelenggaraan di 9 kota tersebut, telah diperoleh transaksi penjualan ritel dengan nilai lebih dari Rp 800 juta dengan kota Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta mencatatkan nilai transaksi terbesar dibandingkan kota-kota lain," ujarnya.

HAVELTEA, salah satu brand yang mengikuti Kreatifood, telah berhasil mengekspor ke Singapura dan sedang menjajaki peluang ekspor ke Vietnam, Kamboja, dan Brazil memperoleh distributor baru di Surabaya dan 30 kafe di Indonesia yaitu Pekanbaru, Jakarta, dan Jogiakarta.

Brand lainnya, seperti POWER-G dan Tahu Jeletot Taisi konsisten menjadi brand dengan penjualan terlaris.

"Pada closing pergelaran terahkir KREATIFOOD di Bali, akan diketahui brand dengan penjualan terbaik perkembangan bisnis terbaik, follow up distributor dan reseller terbaik, dan packaging terbaik," ujarnya.

Adapun persyaratan peserta KREATIFOOD tahun 2018 ini yaitu harus terkurasi di dalam pl atform FoodStartup Indonesia, karena Kreatifood adalah program lanjutan dan pendukungan FoodStartup Indonesia pada bidang pemasaran.

"Yang menarik dari Kreatifood, adalah salah satu syarat kurasi adalah pemilik produk harus berani berpameran di kota lainnya, berbeda dengan kota asal domisili mereka. Hal ini akan membuka kesempatan masyarakat mengetahui produk yang dimilikinya, selain tentunya memperluas pangsa pasar," tambahnya

Putu Supadma Rudana (Komisi X DPR RI) menambahkan, ini adalah langkah awal yang baik untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda menjadi pilar utama pembangunan ekonomi khususnya dalam bidang ilmu ekonomi kreatif.

Food dan kuliner memang dalam perkembangannya sangat pesat.

"Salah satu sub sektor ekonomi kreatif yang sangat pesat adalah kuliner dan pelakunya anak-anak muda. Saya sendiri merasakan kegiatan ini sangat penting dan ini sekarang kita doronh di setiap kabupaten-kabupaten, kecamatan, bahkan desa," ujarnya

Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved