Warga Kemenuh Dikagetkan dengan Temuan Orok, Pelaku Tinggalkan Uang Rp 50 di Samping Jasad Bayi

Warga Banjar Tengkulah Kelod, Desa Kemenuh, Sukawati digegerkan dengan temuan orok bayi pada Kamis (15/11) sore.

Warga Kemenuh Dikagetkan dengan Temuan Orok, Pelaku Tinggalkan Uang Rp 50 di Samping Jasad Bayi
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi, temuan orok bayi di Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar. 

Pihaknya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelakunya.

“Perbuatan tak beradab, kami mendorong agar pelaku segera ditangkap. Kasihan, orang mau hidup, justru nyawanya dicabut sebelum sempat lahir ke dunia,” tandasnya.

Kasus pembuangan orok sebelumnya juga terjadi di wilayah Klungkung bulan lalu. Pelaku pembuang orok dapat ditangkap petugas kepolisian setelah 11 hari melakukan penyelidikan. 

Petugas Polsek Banjarangkan berhasil mengungkap pembuang yang tak lain adalah ibu kandung dari orok, yang awalnya ditemukan mengapung di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Senin (27/8/2018) lalu.

Ibu kandung sekaligus pelaku aborsi dan pembuang orok tersebut, diketahui berinisial GA (19).

Kasus yang sama juga terjadi di Denpasar, pembuang orok di kawasan Jalan ratna Denpsar juga dapat ditangkap beberapa bulan lalu. Kini kasusnya bahkan sudah bergulir di persidangan.

Diduga Pelaku Tinggal di Seputar Lokasi

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan yang berada di TKP langsung mengerahkan anggotanya untuk melacak keberadaan pelaku.

Pihaknya menyasar perempuan yang sebelumnya hamil, namun tiba-tiba perutnya kempes tanpa adanya bayi.

“Kemungkinan pelaku tinggal tidak jauh dari sini. Kami sedang memburu. Kami menduga, perbuatan ini dilakukan untuk menyembunyikan aibnya,” ujarnya tanpa merinci soal pelaku yang diduga tinggal dekat lokasi.

Kapolsek Sukawati, AKP Suriadi saat dikonfirmasi Kamis malam, belum bisa menyampaikan secara rinci, terkait kapan bayi tersebut dibuang.

Sebab saat ini mayat orok masing diautopsi Tim Forensik RSUP Sanglah Denpasar.

“Kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUP Sanglah. Namun anggota masih dikerahkan untuk memburu pelaku,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved