Yuli Lestari, Pengrajin dari Bali Pasarkan Tas Bambu Sampai ke Eropa dan Timur Tengah

Bali sebagai destinasi wisata dunia memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang bernilai tinggi dengan harga yang kompetitif.

Yuli Lestari, Pengrajin dari Bali Pasarkan Tas Bambu Sampai ke Eropa dan Timur Tengah
ist via Humas JNE Bali
Yuli Lestari pengrajin tas bambu bersama jajaran JNE Denpasar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bali sebagai destinasi wisata dunia memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang bernilai tinggi dengan harga yang kompetitif.

Tak sedikit  produsen dari Bali yang produknya merambah pasar hingga ke berbagai belahan dunia sehingga mendorong perekonomian Pulau Dewata ini.

Mereka juga memiliki peluang memperluas pangsa pasar di era digital dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi.

 Salah satunya adalah Yuli Lestari, gadis kelahiran Bali 28 tahun silam yang menggeluti bisnis kerajinan tas berbahan dasar bambu.

Yuli adalah sarjana hukum yang mengawali bisnis online dengan menjadi reseller produk oleh-oleh khas Bali, mulai dari aksesoris, pakaian, dan kerajinan tangan.

Sejak 2016 Ia memasarkan produk-produknya melalui social media dan online marketplace, namun sejak awal tahun 2018 Ia menerima banyak permintaan tas hasil produksinya sendiri.

“Saat itu saya seperti mendapatkan tantangan baru, yang semula hanya menjual produk oranglain kali ini saya mencoba menghasilkan karya sendiri”.

Meskipun tas bambu adalah hal baru baginya namun berbekal ilmu dari orangtuanya, yaitu I Wayan Suweda dan Hetsi Mulyani yang merupakan pengusaha furniture dari bambu, semuanya menjadi lebih mudah bagi Yuli.

Keberuntungan berpihak pada Yuli sejak awal Januari 2018, Ia mulai me-launching Sukawati Acc Bags sebagai merk dagang tas bambu karyanya dan Ia pun mulai  kebanjiran order.

Menurutnya di Bali belum banyak pengrajin yang memproduksi tas dari bambu sehingga ini menjadi peluang emas baginya.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved