Berita Banyuwangi

Filosofi Persatuan dan Kekuatan dalam Tema Gedegan di Banyuwangi Batik Festival 2018

Gedegan memiliki filosofi persatuan dan itu yang diangkat dalam tema Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2018

Filosofi Persatuan dan Kekuatan dalam Tema Gedegan di Banyuwangi Batik Festival 2018
Surya/Istimewa
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bersama para desainer yang akan tampil di BBF 2018, Sabtu (17/11/2018). BBF tahun ini juga menghadirkan Melly Goeslaw. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Gedegan merupakan anyaman bambu yang biasa dipakai warga desa sebagai dinding rumah.

Gedegan memiliki filosofi persatuan dan itu yang diangkat dalam tema Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2018, yang digelar di Gesibu Banyuwangi, Sabtu (17/11/2018) malam.

"Tiap tahun BBF mengangkat tema yang berbeda-beda. Tahun mengangkat tema gedegan," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Gedegan merupakan salah satu motif asli batik Banyuwangi.

Menurut Anas, gedegan berkaitan dengan filosofi persatuan karena bertemunya anyaman vertikal dan horisontal.

"Gedegan merupakan simbol kekuatan dan persatuan. Persatuan karena bertemunya rajutan vertikal dan horizontal. Maka jadilah Gedegan," kata Anas.

Dari filosofi ini memberikan arti, ikatan antara vertikal (Tuhan dan manusia), dan horizontal (sesama manusia) harus diperhatikan.

Selain itu, bambu juga simbol kekuatan karena merupakan tanaman yang kuat.

Bambu memiliki akar yang sangat kuat.

"Akar bambu itu sangat kuat. Karena itu, di sekitar sungai ditanami pohon bambu agar tanah di sekitarnya menjadi kuat," jelas Anas.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved