Berita Banyuwangi

Banyuwangi Batik Festival 2018 Sukses Bawa Pengrajin Lokal ke Industri Fesyen Nasional

Ajang fesyen tahunan yang rutin digelar sejak 2013 itu menjadi etalase keindahan mahakarya batik Banyuwangi

Banyuwangi Batik Festival 2018 Sukses Bawa Pengrajin Lokal ke Industri Fesyen Nasional
Surya/Istimewa
Pagelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2018, Sabtu (18/11/2018) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Perhelatan Banyuwangi Batik Festival (BBF) digelar di Gelanggang Seni Budaya, Taman Blambangan, Sabtu (17/11/2018) malam.

Ajang fesyen tahunan yang rutin digelar sejak 2013 itu menjadi etalase keindahan mahakarya batik Banyuwangi.

“Para pengrajin Banyuwangi dari tahun ke tahun berhasil membuktikan peningkatan kualitas desain dan kain batiknya. Batik Banyuwangi sudah naik kelas dan terkoneksi dengan industri fesyen nasional. Ini tanda cinta kita kepada batik sebagai budaya bangsa sekaligus instrumen ekonomi rakyat,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Mengusung tema motif “gedhegan” (anyaman bambu), BBF 2018 menghadirkam kolaborasi 11 desainer dan 15 pengrajin batik Banyuwangi, serta 5 desainer nasional dan internasional.

"Festival ini bukan cuma soal menampilkan batik di panggung, tapi instrumen untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, menumbuhkan kewirausahaan batik, dan menggali kreativitas kita semua,” paparnya.

Anas mengajak semua mencintai batik Banyuwangi dengan cara konkret, yaitu membelinya.

“Pernah ada riset, belanja pakaian jadi itu mencapai sekitar Rp 2,2 juta atau USD 153 per orang per tahun. Ini peluang bagi pengrajin batik, dengan populasi Indonesia sebesar 250 juta jiwa. Mulai sekarang mari beli batik lokal,” ujar Anas.

“Ekspor batik Indonesia hampir Rp 900 miliar, dikirim ke Jepang, AS, Eropa. Semoga tahun depan batik Banyuwangi sudah bisa diekspor seiring makin dikenalnya Banyuwangi. Kita sudah dipromosikan ke Eropa dan AS karena menang penghargaan Badan Pariwisata PBB,” imbuh Anas.

Panggung BBF 2018 dibuka dengan kolaborasi desainer dan pengrajin batik Banyuwangi, seperti Isyam Syamsi dengan Batik Seblang, Ocha Laros dengan Batik Sayuwiwit, Sanet Sabintang dengan Batik Sekar Kedaton, dan Amuzaki Fahim dengan Batik Pringgokusumo.

Para desainer berhasil menyuguhkan karya-karya menarik, mulai kimono, street wear, hingga spesial occasion seperti baju seremonial dan baju pesta.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved