Cerita Hotman Paris Jadi Pengacara Top di Indonesia, Hanya 2 Artis Ini Mampu Membayarnya

Upah terbesar Hotman Paris Hutapea adalah 12 Juta dollar Amerika Serikat saat menangani kasus tambang terbesar di Indonesia.

Cerita Hotman Paris Jadi Pengacara Top di Indonesia, Hanya 2 Artis Ini Mampu Membayarnya
KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Pengacara yang juga pembawa acara Hotman Paris Hutapea saat ditemui di Peluncuran Trailer film Aib #Cyberbully, di Plaza Senayan, Senin (2/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, - Sebuah video lama acara Mata Najwa membongkar ingatan bahwa pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ternyata pernah mengaku hanya ada 2 artis yang membayar jasa profesionalnya.

Siapakah kedua artis itu? Bukankah Hotman Paris Hutapea banyak menjadi pengacara berbagai artis ternama.

Ya Hotman Paris Hutapea memang pernah membongkar bahwa hanya ada 2 artis Indonesia yang ia bela dan membayar jasanya saat diwawancara Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

Saat ini Hotman Paris Hutapea memang sudah menjadi salah satu pengacara top di Indonesia.

Upah terbesar Hotman Paris Hutapea adalah 12 Juta dollar Amerika Serikat saat menangani kasus tambang terbesar di Indonesia.

Dikutip dari biografiku.com, Hotman Paris Hutapea merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Bandung.

Setelah lulus, Hotman Paris Hutapea bekerja di Kantor pengacara OC Kaligis pada tahun 1982. Saat itu ia menerima gaji sekitar 182 ribu perbulan.

Tak lama bekerja di kantor OC Kaligis, Hotman Paris kemudian pindah bekerja di kantor pengacara Adnan Buyung Nasution. Disana ia masuk melalui serangkaian tes dengan mengalahkan banyak pesaing.

Sekitar tiga bulan bekerja di kantor Adnan Buyung, Hotman Paris Hutapea diterima bekerja di Bank Indonesia tanpa melalui tes atas tawaran dari Prof. Subekti.

Hotman Paris Hutapea pun meninggalkan kesempatan untuk bekerja lebih lama di Kantor Pengacara Adnan Buyung.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved