Kodim 1626/Bangli Gelar Sosialisasi Balatkom dan Paham Radikal

Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal

Kodim 1626/Bangli Gelar Sosialisasi Balatkom dan Paham Radikal
Istimewa/Kodim 1626/Bangli
Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Senin (19/11/2018) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guna menangkal berkembangnya paham komunis dan radikal, Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Senin (19/11/2018) lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Makodim 1626/Bangli itu dibuka oleh Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto M.Sc., dihadiri oleh Kasdim 1626/Bangli, Danramil Jajaran, Pasi Kodim 1626/Bangli, serta personel TNI dan PNS serta Keluarga Besar Tentara (Persit) Kodim 1626/Bangli.

Dalam arahnya Dandim menyampaikan, Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi dibubarkan dan dilarang keberadaannya di negara Indonesia, karena bertentangan dengan ajaran agama dan ideologi Pancasila, serta telah melakukan berbagai pengkhianatan dan pemberontakan untuk merebut kekuasaan.

"Namun, dalam perjalanan waktu hingga saat ini, ternyata paham komunis masih hidup di tengah-tengah masyarakat kita, dan terus menggalang kekuatan untuk kembali bisa melakukan aktivitas secara nyata," ujarnya.

Para kader dan simpatisannya terus berupaya dengan berbagai cara agar paham komunis bisa kembali diterima sebagai ideologi terbuka.

Salah satu caranya adalah dengan adanya niatan untuk mencabut Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan paham komunis di Indonesia.

"Komunis itu tidak akan pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru," ungkapnya.

Penyelenggara kegiatan Pasiter Kodim 1626/Bangli Kapten Chb Komang Gita menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan program satuan untuk mengingatkan ke anggota tentang bahaya laten komunis.

"Kita perlu waspada terhadap komunis. Untuk itu kita harus dapat menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan Komunis gaya baru, karena komunis sangat bertentangan dengan ideologi negara yaitu Pancasila," tegasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved