KPID Bali Sebut Bali Utara Sulit Menikmati Siaran Lokal, Begini Sebabnya

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, I Made Sunarsa mengatakan masyarakat di Bali utara belum bisa menikmati siaran televisi

KPID Bali Sebut Bali Utara Sulit Menikmati Siaran Lokal, Begini Sebabnya
Tribun Bali/Putu Supartika
Konferensi pers KPID Bali Award 2018, Rabu (21/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam konferensi pers KPID Bali Award 2018 di Kantor KPI Bali, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, I Made Sunarsa mengatakan masyarakat di Bali Utara belum bisa menikmati siaran televisi daerah secara maksimal.

"Itu tantangan ke depan bagaimana di Bali Utara seimbang dengan Bali Selatan. Pemangku kebijakan di sana juga memperhatikan penyiaran itu, karena belum ada pemancar yang terpusat karena masih tercerai berai. Itu yang menyebabkan tidak bisa menikmati siaran lokal dan lebih banyak ke Jakarta," katanya, Rabu (21/11/2018).

Ia menambahkan dari 20 stasiun televisi yang ikut KPID Bali Award 2018 hanya 16 yang ikut dan yang tidak ikut ada di Bali utara.

Adapun nominasi KPID Bali Award 2018 yaitu sebagai berikut.

Untuk radio ada tiga kategori dengan nominasi sebagai berikut.

1. Nominasi Program Berita Terbaik yaitu Radio Guntur Singaraja, RRI Denpasar, dan Radio Publik Kabupaten Bangli.

2. Nominasi iklan layanan masyarakat yaitu Radio Nuansa Giri, Radio Pinguin, dan Radio Publik Kota Denpasar.

3. Penyiar radio terbaik yaitu Nuansa Giri, Casanova, dan Publik Kota Denpasar.

Sedangkan untuk radio swasta terbaik dipilih KPID Bali dengan nominasi yaitu Radio Gema Merdeka, Guntur, dan Phoenix.

Sedangkan untuk TV ada 7 kategori dengan nominasi sebagai berikut.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved