Penyebar Video Pengeroyokan Siswi di Ubud Ternyata Masih SMP, Begini Kata Kompol Made Raka

Kapolsek Ubud, Kompol Made Raka Sugita, Rabu (21/11/2018) mengungkapkan, pihaknya telah melakukan introgasi terhadap pihak yang pertama kali

Penyebar Video Pengeroyokan Siswi di Ubud Ternyata Masih SMP, Begini Kata Kompol Made Raka
shutterstock
Ilustrasi kekerasan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kapolsek Ubud, Kompol Made Raka Sugita, Rabu (21/11/2018) mengungkapkan, pihaknya telah melakukan introgasi terhadap pihak yang pertama kali menyebarkan video kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di Jaan Jukut Paku, Desa Singakerta, Ubud.

Dimana, kata dia,  orang tersebut masih anak SMP. Dalam kasus ini ia berstatus sebagai saksi.

“Video itu tidak disebar secara sengaja, itu awalnya hanya direkam lewat instastory. Penyebar video yang masih SMP ini, kita tetapkan sebagai saksi,” ujarnya.

Kompol Sugita mengimbau masyarakat, supaya bijak menggunakan sosial media.

“Saya mengimbau seluruh anggota masyarakat, jangan cepat memviralkan suatu kejadian, yang berdampak negatif pada masyarakat. Sebab zaman sekarang mudah diplintir,” imbaunya. 

Seperti diketahui, kasus bullying  disertai pengeroyokan terhadap seorang siswi oleh siswi lainnya di kawasan Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali viral di media sosial.

Korban sudah melaporkan kasus ini ke polisi.

Kepolisian kini juga tengah memburu pelaku yang menyebarkan rekaman video kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut. 

Kapolsek Ubud, Kompol Made Raka Sugita mengatakan, setelah mendapatkan video yang viral di medsos, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang ada di video, dengan mencari identitas sepeda motor dan mencari informasi pada masyarakat.

Dan, benar kejadian tersebut berada di wilayah hukum Polsek Ubud.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved