Tiap Hujan Ngungsi ke Tetangga, Nyoman Suardana Tinggal di Gubuk Hampir Roboh

Nyoman Suardana hanya bisa meratapi nasibnya di gubuk yang nyaris roboh itu

Tiap Hujan Ngungsi ke Tetangga, Nyoman Suardana Tinggal di Gubuk Hampir Roboh
Istimewa
RUMAH KUMUH - Wayan Sukartini duduk di teras rumahnya di Banjar Manggis Sari, Desa Manggis Sari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (20/11/2018). Warga miskin ini tak kunjung mendapat bantuan bedah rumah. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Nyoman Suardana, warga Banjar Manggis Sari, Desa Manggis Sari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana hanya bisa meratapi nasibnya di gubuk yang nyaris roboh itu.

Ia kebingungan, bagaimana harus memperbaiki rumah gubuknya itu.

Padahal saat ini, kondisi ekonominya sedang terpuruk.

Karena tak mendapat perhatian dari pemerintah, ia kemudian ingin meminjam uang.

Gubuk Suardana itu ditempatinya bersama istri dan kedua anaknya.

Mereka tidur dalam satu kamar saja.

Sang istri, Wayan Sukartini mengatakan, sudah puluhan tahun tinggal di rumah tersebut.

"Sudah diajukan usulan bedah rumah sudah lama. Tapi tidak ada bantuan. Kalau beras miskin, kami dapat," ucap Sukartini, Selasa (20/11/2018).

Bangunan rumahnya terbuat dari bambu dan beratap asbes.

Saat hujan, mereka mengungsi karena rumahnya bocor.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved