ATC Tower Baru AirNav Indonesia Cabang Denpasar Kini Dilengkapi Lidar atau Pendeteksi Abu Vulkanik

AirNav Indonesia memastikan pelayanan yang lebih optimal dengan pengoperasian menara navigasi baru di delapan lokasi berbeda

ATC Tower Baru AirNav Indonesia Cabang Denpasar Kini Dilengkapi Lidar atau Pendeteksi Abu Vulkanik
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Petugas ATC AirNav Indonesia Cabang Denpasar yang tengah bertugas menavigasi penerbangan meninggalkan ataupun menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURAAirNav Indonesia memastikan pelayanan yang lebih optimal dengan pengoperasian menara navigasi baru di delapan lokasi berbeda, yakni Tanjungpinang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Denpasar, Balikpapan, dan Samarinda.

AirNav Indonesia Cabang Denpasar optimistis mampu memberikan pelayanan terbaiknya dalam navigasi penerbangan karena per tanggal 1 September 2018 lalu telah mengoperasikan tower baru atau Air Traffic Control (ATC) Tower dengan sejumlah peralatan baru yang canggih seperti lidar untuk mendeteksi abu vulkanik.

Baca: Mengaku Menikah Siri Dengan BS, Pedangdut Sisca Dewi Malah Dilaporkan Ke Polisi Dan Jadi Pesakitan

Baca: Hari Kesehatan Nasional Sejumlah Tenaga Kesehatan Berprestasi Raih Penghargaan

Baca: Dituduh Peras Jenderal Bintang Dua, Sisca Dewi Bongkar Bukti Keduanya Lakukan ini di Bali

Baca: Zumi Zola: Kehidupan di Tahanan Tidak Pernah Terbesit Sedetik Pun di Kepala Saya

General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Rosedi mengatakan tower baru ini menjadikan visibilitas ATC lebih bagus dari tower sebelumnya karena menjangkau seluruh wilayah apron.

Sebelumnya, tower lama berada di sebelah utara landasan dan telah dibangun sejak 1991. Namun, seiring adanya pembangunan dan perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, visibilitas terganggu dan harus memanfaatkan CCTV untuk melihat pergerakan pesawat yang tidak terlihat.

Saat ini, ATC Tower baru ini berada di selatan landasan dengan ketinggian 39 meter lebih tinggi dari tower lama. Dan memiliki pemandangan landscape yang indah melihat Pantai Jimbaran serta Patung GWK yang berada di Uluwatu, Jimbaran.

Tower baru yang telah digunakan sejak 1 September 2018 ini merupakan komitmen Airnav Indonesia untuk memberikan pelayanan navigasi penerbangan yang lebih aman,  selamat, nyaman dan teratur.

“Ada beberapa peralatan terbaru yang digunakan untuk memaksimalkan layanan. Seperti Awos untuk memberikan informasi data cuaca, Lidar untuk memantau sebaran abu vulkanik sejauh 20 km, hingga wind profiler untuk mendeteksi potensi angin kencang, client radar untuk meningkatkan akurasi informasi cuaca,” jelas Rosedi, Kamis (22/11/2018) di Kantor AirNav Indonesia Cabang Denpasar.

Selain itu juga memiliki airfield lighting (AFL) untuk menyalakan listrik runway dengan touch screen.

Ia menyampaikan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri merupakan bandar udara dengan jumlah maskapai di Indonesia mengalahkan Bandara Soekarno Hatta mencapai 41 maskapai.

“Jumlah lalu lintas penerbangan juga rata-rata meningkat 10 persen setiap tahunnya. Dengan komposisi penerbangan internasional masih sebesar 46 persen dan domestik 54 persen. Bali dengan 500-an penerbangan komposisi penerbangan internasional dan domestik hampir sebanding," tuturnya.

Sementara itu Manager Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Indonesia Cabang Denpasar, I Gede Cakra Warsita memaparkan dengan adanya lidar keberadaan, pergerakan dan ketebalan abu vulkanic akan bisa diketahui dengan cepat dan akurat sehingga dapat dipergunakan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan penutupan bandara yang diakibatkan sebaran abu vulkanik lebih cepat

“Dengan adanya LIDAR itu kita jadi lebih cepat mendeteksi apakah ada sebaran abu vulkanik atau tidak. Sehingga cepat memutuskan Bandara Close atau tetap beroperasi,” ujar Gede Cakra. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved