Berita Banyuwangi

Hari Kesehatan Nasional Sejumlah Tenaga Kesehatan Berprestasi Raih Penghargaan

Kamis (22/11/2018), sejumlah tenaga kesehatan mendapat perhargaan dari Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Hari Kesehatan Nasional Sejumlah Tenaga Kesehatan Berprestasi Raih Penghargaan
Istimewa
Bupati Banyuwangi beri penghargaan bagi tenaga kesehatan berprestasi 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bertepatan peringatan ke-54 Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang diadakan di halaman Pemkab Banyuwangi, Kamis (22/11), sejumlah tenaga kesehatan mendapat perhargaan dari Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Ahli Gizi Puskesmas Kembiritan, Rina Surya Arisanty dinobatkan sebagai Juara 1 tenaga kesehatan teladan di Puskesmas Kabupaten Banyuwangi 2018, kategori tenaga gizi.

Rina mendapat penghargaan karena sumbangsihnya yang besar terhadap inovasi Puskesmas Kembiritan yang diberi nama Gerdu Ibu.

Gerdu Ibu merupakan akronim dari Gerakan Peduli Gizi Buruk. Kegiatannya, salah satunya adalah penanganan gizi buruk, yakni tindakan pencegahan seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita, dan kelas khusus untuk mengedukasi ibu bayi dan balita dengan gizi kurang.

Rina mengatakan, awalnya tak mudah untuk menjalankan program tersebut.

“Kendalanya masih banyak ibu yang kurang kooperatif. Namun berkat pendekatan yang intensif antara pihaknya, dengan dibantu kader motivasi gizi dan asi, bidan wilayah, pihak desa dan kecamatan, akhirnya secara bertahap permasalahan tersebut bisa teratasi,” kata Rina.

Gerdu Ibu ini digagas pada akhir 2017, sejak ditemukannya kasus gizi buruk di wilayah Kembiritan, Genteng.

Ketika ada laporan, tim Gerdu Ibu melakukan kunjungan ke rumah ibu bayi dan balita gizi buruk, setelah itu ada pertemuan kelas ibu bayi dan balita gizi buruk tersebut untuk mengedukasi mereka. Baru setelahnya dilakukan penanganan lebih lanjut untuk mengembalikan kondisi sang bayi dan balita.

Setelah ada inovasi ini, perlahan-lahan para ibu mulai paham bahaya yang ditimbulkan gizi buruk dan berusaha mengatasi semaksimal mungkin.

“Inovasi ini sangat membantu. Perkembangannya bisa kami rasakan. Memang belum zero gizi buruk, tapi jumlah bayi dan balita gizi buruk sudah jauh berkurang,” kata Rina.

Halaman
12
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved