Derita Baby Blues Syndrome Ibu Tega Buang Hingga Bunuh Si Buah Hati, Begini Solusi dari Psikolog

Bahkan, tak sedikit dari mereka mengalami gejala depresi berat hingga melakukan hal tak terduga (destruktif) seperti membuang bahkan membunuh

Derita Baby Blues Syndrome Ibu Tega Buang Hingga Bunuh Si Buah Hati, Begini Solusi dari Psikolog
Istimewa
Ilustrasi depresi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perasaan cemas berlebih pada wanita selama masa kehamilan hingga periode pasca kelahiran tak pelak menjadi siklus hormonal yang musti dilalui.

Bahkan, tak sedikit dari mereka mengalami gejala depresi berat hingga melakukan hal tak terduga (destruktif) seperti membuang bahkan membunuh sang buah hati sendiri.

Ini tentu bisa ditinjau dari tingginya angka kasus pembuangan dan juga pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibunya sendiri.

Terhitung di tahun 2018 saja, jumlah kasus menurut perhitungan Tribun Bali menyebutkan ada sekitar 18 kasus.

Tingginya angka kasus ini bahkan diperparah dengan tingginya perilaku seks aktif pada remaja (Survey KISARA Bali, tahun 2016).

Terbaru, seorang ibu berkewarganegaraan Amerika Serikat bernama Nicole Joan (32) tega membuang (melempar) bayinya yang baru lahir di Sanur, Denpasar.

Sang buah hati kemudian nyawanya tak terselamatkan.

Diketahui, sang ibu diduga mengalami depresi berat yang salah satunya dapat disebabkan oleh 'baby blues syndrome'. Hingga saat ini Nicole masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar.

Sebagai informasi, baby blues syndrome merupakan gejala siklus hormonal yang terjadi secara alamiah pada ibu hamil menjelang masa kehamilannya.

Pada fase ini, si ibu mengalami pasang surut emosi seperti perasaan bersalah, menangis, rasa inferioritas yang tinggi hingga menyesali diri sendiri setelah bayi mereka lahir.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved